Ini Penyebab Angin Kencang dan Hujan Lebat yang Terpa Kota Medan, Kecepatan Angin Sampai 20 Knot

Penyebab hujan deras disertai angin kencang itu, karena adanya belokan angin di wilayah Pantai Barat dan adanya pertemuan massa angin di Pantai Timur

Ini Penyebab Angin Kencang dan Hujan Lebat yang Terpa Kota Medan, Kecepatan Angin Sampai 20 Knot
Tribun-Medan.com/Riski Cahyadi
Kondisi mobil saat tertimpa pohon tumbang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hujan deras dan angin kencang, menyebabkan beberapa pohon tumbang di beberapa wilayah di Kota Medan pada Kamis (5/7/2018) malam.

Penyebab hujan deras disertai angin kencang itu, karena adanya belokan angin di wilayah Pantai Barat dan adanya pertemuan massa angin di Pantai Timur.

Salah satu petugas perkiraan cuaca BMKG Wilayah 1 Medan, Lestari Irene Purba mengatakan bahwa dari catatan BMKG, curah hujan yang terjadi pada Kamis (5/7/2018) malam kemarin, mencapai 33,5 dengan kecepatan angin 20 knot.

"Jadi, kejadian tadi malam itu cukup ekstrim terjadi karena ada faktor lokal. Dimana, kejadian tersebut terjadi karena ada belokan angin di wilayah Pantai Barat dan ada pertemuan massa angin di Pantai Timur, makanya hujan cukup merata di daerah Pantai Timur dan Pantai Barat," kata Irene, Jumat (6/7/2018).

Masih kata Irene, bahwa BMKG mencatat pada Juli ini masuk musim kemarau. Namun, biasanya pada Juni dan Juli itu sering terjadi angin kencang sehingga beberapa kawasan mengalami musim hujan.

"Karena ada peralihan musim itulah terjadi cuaca ekstrim seperti di Kota Medan," jelasnya.

 

Baca: Hati-hati Berkendara, BMKG Prediksi Hujan Lebat Kembali Guyur Kota Medan saat Malam Hari

 

Baca: Hujan Deras Disertai Angin, Polisi Terima Laporan 50 Pohon Tumbang Menimpa 20 Mobil dan Motor

Lebih lanjut, Irena menjelaskan bahwa di daerah pegunungan tercatat untuk dua hari kedepan relatif akan mengalami hujan relatif dengan intensitas yang ringan. Tapi, juga harus mewaspadai adanya cuaca ekstrim. BMKG juga menghimbau kepada masyarakat terutama masyarakat di kota agar selalu mewaspadai apabila terjadi peralihan cuaca.

"Kami menghimbau kepada masyarakat kota yang apabila sedang berkendaran terjadi hujan agar berhenti dan berteduh di tempat yang lebih aman," katanya.

"Untuk daerah pegunungan selalu mewaspadai sungai. Begitu juga masyarakat yang tinggal di pinggir aliran sungai untuk selalu waspada apabila air sungai naik," jelasnya.

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved