Terdakwa Kasus Narkoba Lompat dari Lantai 3 Rutan Tanjung Gusta

Ditemukan tak bernyawa terdakwa kasus narkoba tersebut langsung dibawa ke RSU Bandung Jalan Mistar, Medan Petisah, Medan.

Terdakwa Kasus Narkoba Lompat dari Lantai 3 Rutan Tanjung Gusta
Kompas.com/Tangguh Sipria Riang
Petugas keamanan dari kepolisian dan TNI berupaya membujuk turun perempuan muda yang diduga hendak loncat dari JPO Kuningan Madya, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Warga binaan Rutan Klas I Tanjunggusta, Yanto (39) ditemukan tak bernyawa jumat (7/7/18). Dia meninggal usai bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari tingkat tiga kamar narapidana. Sontak peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB mendapat perhatian warga binaan.

Ditemukan tak bernyawa terdakwa kasus narkoba tersebut langsung dibawa ke RSU Bandung Jalan Mistar, Medan Petisah, Medan. Jasad Yanto langsung diautopsi untuk diketahui alasan penyebab kematiannya.

"Ya malam itu langsung kita autopsi memang murni akibat hantaman karena jatuh sehingga nyawanya tak tertolong. Ia merupakan terdakwa kasus narkoba di Belawan ujar Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu Rian kepada Tribun Medan melalui seluler.

Senada dengan Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Maju Amintas Siburian selaku Ka Rutan Klas I A Medan saat dikonfirmasi membenarkan warga binaannya tewas bunuh diri. Ia mengatakan Yanto alias Anto tewas sore itu dan jenazah telah diterima keluarga

"Iya benar warga kita bunuh diri, dan langsung kita bawa ke RS Bandung untuk diautopsi. Autopsinya pun murni akibat bunuh diri. Langsung kita kabarkan keluarganya, pihak pengadilan dan kejaksaan," ujarnya.

 

Baca: TGB Dukung Jokowi, Prabowo: Kita Ada Amien Rais, Sudrajat, Ada Ustaz Sambo

 

Baca: Hotman Paris Hutapea Ungkap Keberadaan Istrinya saat Dirinya Berpose Bersama Wanita-wanita Cantik

Berkas kematian Yanto telah dikirimkan oleh Rutan untuk diketahui pihak pengadilan dan kejaksaan yang belum tuntas. Maju Amintas menambahkan bahwa Yanto telah masuk ke Rutan sejak November 2017. Saat ini Yanto masih dalam masa sidang. "Masuk ke Rutan November 2017 dan sudah lima kali sidang pun ia masih belum selesai diadili," ujarnya.

Diketahui Yanto merupakan terdakwa kasus kepemilikan dan kurir Narkoba. Yanto didakwa dengan pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang kepemilikan dan pasal 114 UU tentang calo atau perantara Narkoba. Hingga berita diturunkan Polisi dan Rutan Tanjunggusta masih selidiki alasan Yanto lompat bunuh diri.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help