Pilgub Sumut

Bawaslu Temukan Kejanggalan Data saat Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilgub, Ini yang Dilakukan KPU

Delapan daerah ini tidak hanya menggelar pemilihan Gubernur Sumut. Namun juga pemilihan bupati dan wali kota.

Bawaslu Temukan Kejanggalan Data saat Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilgub, Ini yang Dilakukan KPU
Tribun Medan/Nanda F Batubara
Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Sumut Syafrida R Rasahan mengungkapkan adanya perbedaan data jumlah Daftar Pemilih Tetap antara Pilgub dan Pilkada di delapan daerah di Sumut.

Kedelapan daerah tersebut adalah Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Dairi, Batubara, Deliserdang, Langkat, Padanglawas dan Padanglawas Utara.

Seperti diketahui, delapan daerah ini tidak hanya menggelar pemilihan Gubernur Sumut. Namun juga pemilihan bupati dan wali kota.

Ketidaksingkronan ini disampaikan Syafrida pada Rapat Pleno Terbuka KPU Sumut tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023 di Hotel Le Polonia Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Minggu (8/7/2018).

"Oleh karena itu kami minta KPU kabupaten dan kota melalui KPU Sumut, data mana yang digunakan sebagai dasar penghitungan dalam Pilgub Sumut 2018? Apakah data Pilgub, Pilwako atau Pilbup?" kata Syafrida.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Mulia Banurea akhirnya menjatuhkan skors rapat. Mulia memerintahkan jajaran KPU pada delapan kabupaten dan kota tersebut untuk rapat internal.

"Rapat diskors hingga pukul 20:00 WIB. Untuk KPU di delapan kabupaten dan kota yang juga menggelar Pilkada kita rapat dulu," kata Mulia.

(nan/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved