Ramaja Ini Gagal Edarkan Esktasi Macan

Narkoba tak mengenal siapa saja. Bahkan, seorang remaja nekat menjadi pengedar ekstasi di Tanjung Balai

Ramaja Ini Gagal Edarkan Esktasi Macan
Tribun-Medan.com/ Indra Gunawan S
Petugas Avsec bandara Kualanamu dan pihak kepolisian sedang menghitung jumlah pil ekstasi yang dicoba untuk di seludupkan oleh tersangka EFR (buka baju) di gedung scurity building bandara Rabu, (14/12/2016). (Tribun-Medan.com/ Indra Gunawan S) 

MEDAN,TRIBUN-M Riski Sabri masih berusia 17 tahun. Tapi siapa sangka, di usianya yang masih terbilang muda ini, warga Jalan Pancaraksa, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai tersebut menjadi bagian dari sindikat narkoba.

Sabri dan rekannya Muhammad Ikbal (23) warga Jalan Tomat, Lingkungan II, Kelurahan Pantai Johor, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai mengedarkan ekstasi bergambar macan, merek Kenzo.

Satnarkoba polrestabes Medan, memusnahkan barang bukti berupa, ratusan miras, ratusan ribu butir pil ekstasi
Satnarkoba polrestabes Medan, memusnahkan barang bukti berupa, ratusan miras, ratusan ribu butir pil ekstasi ()

"Kedua tersangka diamankan di Jalan Sudirman, Kilometer 2, Kelurahan Gading, Kota Tanjung Balai. Yang melakukan penangkapan petugas Satnarkoba Polres Tanjung Balai," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (6/7).

Tatan mengatakan, keduanya diduga sudah lama mengedarkan ekstasi. Tiap kali transaksi, keduanya memanfaatkan selular untuk berkomunikasi dengan pelanggannya.

Karena sudah sangat meresahkan, petugas yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Tanjung Balai, AKP Adi kemudian melakukan penyamaran.

"Petugas yang melakukan penangkapan sempat menyaru sebagai pembeli. Kemudian, petugas menghubungi nomor handphone salah satu tersangka," kata Tatan.

Dalam percakapan via selular, polisi yang melakukan under cover buy meminta disediakan ekstasi ratusan butir. Namun, kedua tersangka hanya menyanggupinya 50 butir, dan minta transaksi dilakukan di Jalan Sudirman.

Baca: Pengakuan Kurir 15 Juta Pil Ekstasi, Pernah Lolos Kirim Narkoba ke Jakarta

"Ketika bertemu, kedua tersangka sempat meminta polisi menyerahkan uang terlebih dahulu. Setelah yakin keduanya pengedar, petugas pun langsung meringkusnya," ungkap Tatan.

Dari saku celana Riski, disita dua bungkus plastik transparan berisikan ekstasi sebanyak 50 butir yang dibungkus lakban hitam.

"Selain ekstasi, petugas turut menyita uang tunai sebesar Rp 574.000. Kemudian, sebahagian ekstasi yang disita itu sudah hancur," kata Tatan.

Dari pemeriksaan awal, kedua tersangka menjual ekstasi itu seharga Rp110.000 perbutirnya. Mereka mendapatkan keuntungan Rp 20 ribu, perbutirnya.

Kepala BNNP Sumut, Brigjend Marsauli Siregar (kemeja biru) memperlihatkan barang bukti bahan baku ekstasi berupa bedak gatal, Senin (19/2/2018)). Adapun pembuat ekstasi ini pasangan suami istri, Haris dan Diana (paling depan).
Kepala BNNP Sumut, Brigjend Marsauli Siregar (kemeja biru) memperlihatkan barang bukti bahan baku ekstasi berupa bedak gatal, Senin (19/2/2018)). Adapun pembuat ekstasi ini pasangan suami istri, Haris dan Diana (paling depan). (TRIBUN MEDAN/Array A Argus)

Berdasarkan interogasi awal, kedua tersangka memperoleh ekstasi dari rekannya berinisial CR. Namun, kedua tersangka berdalih tidak tahu dimana kediaman CR.

"Tiap kali transaksi dengan CR, keduanya berdalih bertemu di jalan. Jadi, lokasi transaksi itu tidak tentu dimana," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja. Guna pengembangan lebih lanjut, petugas masih memburu CR.

Baca: Mencengangkan, Suami Isteri Cetak Ekstasi Berbahan Sabun Telepon dan Bedak Gatal

"Tersangka CR saat ini dalam pengejaran. Polisi masih mencari tahu dimana CR tinggal," katanya. Tatan mengimbau kepada masyarakat agar mengawasi anak remajanya. Jangan sampai, kejadian seperti ini menimpa warga lainnya.(cr9)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved