Kesalahan Titik Koordinat Zonasi saat Pendaftaran, Ini Kata Sekretaris Panitia PPDB Online Sumut

Suharti Simanungkalit dan anaknya mendapati jarak antara rumah dan sekolah yang tercantum di lembaran tanda terima.

Kesalahan Titik Koordinat Zonasi saat Pendaftaran, Ini Kata Sekretaris Panitia PPDB Online Sumut
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Sekretaris PPDB online tingkat SMA/SMK 2018 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Agus Sinaga. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Sumatera Utara untuk tingkat SMA/SMK tahun 2018 sempat dikeluhkan orang tua siswa.

Salah satunya oleh Suharti Simanungkalit yang kecewa setelah melihat pengumuman namun tidak mendapati nama anak perempuannya masuk sebagai salah satu siswa yang lulus di SMA negeri 12 Medan.

Apalagi setelah belakangan, Suharti Simanungkalit dan anaknya mendapati jarak antara rumah dan sekolah yang tercantum di lembaran tanda terima di berkas dirasa tidak sesuai karena dianggap terlalu jauh. Dia menganggap jarak rumahnya yang beralamat di jalan Abdul Manaf Lubis gang sekata ke SMA negeri 12 yang berada di Jalan Cempaka Raya No.75 Medan Helvetia itu hanya satu kilometer lebih. Namun di tanda terima berkas justru menjadi 2.440 meter.

Menurut Suharti, kesalahan penempatan titik koordinat zonasi inilah yang menjadi persoalan sehingga membuat anaknya tidak lulus.

Menanggapi persoalan terkait titik koordinat zonasi ini, Agus Sinaga selaku Sekretaris PPDB online tingkat SMA/SMK tahun 2018 di dinas pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa di website PPDB sebenarnya sudah jelas tertulis paling bawah perihal kesalahan titik koordinat.

Menurut Agus, setiap calon peserta Didik yang mendaftar sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan selama masa pendaftaran belum berakhir.

"Di website PPDB sudah jelas tertulis paling bawah perihal kesalahan titik koordinat itu berlaku pada saat pendaftaran dari 25 s.d 30 juni 2018," ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (9/7/2018).

Agus juga mengatakan kalau para calon peserta Didik tidak melaporkan kesalahan tersebut hingga habis masa pendaftaran, maka data tersebut akan disimpan dan tidak bisa di sunting (edit) kembali.

"Kalau tidak melaporkan ke operator sekolah maka data yang masuk akan diverifikasi dan input ke aplikasi untuk disimpan, maka data tersebut tidak dapat lagi di edit," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help