Pria Ini Protes Keras Menantunya Dituduh Mencuri hingga Tiba-tiba Sudah Ditembak Polisi

Wanda yang ditaduh melakukan pencurian satu buah tas dibantah oleh pihak keluarga bernama Otti Batubara.

Pria Ini Protes Keras Menantunya Dituduh Mencuri hingga Tiba-tiba Sudah Ditembak Polisi
kompas.com
Ilustrasi Penembakan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Penangkapan pelaku pencurian telepon seluler bernama Wanda Gunawan Pasaribu dinilai menyalahi prosedur.

Wanda yang ditaduh melakukan pencurian satu buah tas dibantah oleh pihak keluarga bernama Otti Batubara.

Menurut Otti yang merupakan Mertua dari Wanda, polisi telah keliru karena menangkap orang yang tidak sama sekali melakukan tindak pidana pencurian.

Ia sangat membantah tuduhan dari pihak Kepolisian Polsek Medan Timur terhadap menantunya tersebut.

"Mana ada menantu saya mencuri telepon seluler atau tas. Dia kan semalam mau pulang kerja, terus katanya, dia ditangkap polisi karena dituduh mencuri satu buah tas yang berisi tiga buah telepon seluler. Pada saat itu Senin (9/7/2018) sekitar pukul 23.30, polisi menangkapnya dan dipaksa untuk mengakui bahwa dia telah melakukan tindak pidana pencurian," ucap Otti di Mako Polsek Medan Timur.

Baca: Video Penggerebekan Diduga Main Judi Pj Wali Kota Padangsidempuan Cs, Loh Begini Jawaban Polda!

Baca: Membantah Berjudi, Fransen Tetap Dibawa ke Kantor Polisi, Kabid Humas Polda: Ada Bukti!

Baca: VIDEO: Duh, Saat Motor Dibelakang Korban Terparkir, Maling Nekat Mencuri di Siang Bolong

Pria yang juga berprofesi sebagai wartawan ini pun memepertanyakan mengapa menantunya harus ditembak meski empat anggota polisi yang membawa.

"Kenapa harus ditembak, padahal Wanda tidak ada melakukan perlawanan. Surat penangkapan pun tidak ada, saya berani mengatakan ini," tegasnya lagi.

Sedangkan, Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu mengungkapkan, bahwa anggotanya telah melaksanakan tugas sesuai prosedur.

"Sudah sesuai prosedur. Pelaku adalah residivis, jadi tidak ada salah tangkap. Alat bukti ada, dan surat penangkapan juga ada," ucap Wilson kepada awak media di Polsek Medan Timur.

Wilson juga menegaskan, petugas menembak kedua kaki Wanda karena melakukan perlawanan.

"Pelaku melakukan perlawanan saat petugas berusaha melakukan penangkapan. Jadi, semua sudah sesuai prosedur," tegasnya.

Mendengar hal tersebut, Otti menampik dari keterangan warga yang menyaksikan penangkapan, tidak ada perlawanan.

"Enggak ada dia (Wanda) melawan. Dia juga dipaksa mengaku, hingga polisi menembak kedua kakinya, padahal ia tidak ada melakukan perlawanan," tepis Otti menimpali penjelasan Kapolsek.

(cr14/tribun-medan.com)

Penulis: Frengki Marbun
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help