Eko Sugeng, Barista Difabel dari Jogja yang Jago Meracik Kopi, Mampu Sajikan Kopi Mantap

Kedua lengan Eko terpaksa harus diamputasi usai dirinya tersengat listrik hingga kedua lengannya terluka parah dan tak dapat ditolong

Eko Sugeng, Barista Difabel dari Jogja yang Jago Meracik Kopi, Mampu Sajikan Kopi Mantap
TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy
PELATIHAN BARISTA - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan barista di Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jalan Kaliurang, Sleman, Senin (9/7/2018). Pelatihan inklusi ini pun diharapkan mampu memberi jembatan bagi para kaum disabilitas dan rawan diskriminasi untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan perekonomian. 

Tal berselang lama, biji-biji kopi tersebut berubah menjadi serbuk yang kemudian ia masukkan ke portafilter dan ia tamping dengan alat tamper. Selanjutnya, meski tampak sedikit kesulitan, ia mulai memasukkannya ke dalam mesin ekspreso.

Tak ketinggalan, dirinya pun juga sudah tampak terlatih membawa nampan dan kopi buatannya menuju meja pelanggan, meski tampak sedikit beresiko jatuh namun ia sekalipun tak ragu membawa dan dengan percaya dirinya menaruh gelas kopi di meja pelanggan.

"Melalui kopi dan menjadi barista menjadi bukti bahwa kita (difabel) bisa," ungkapnya.

PELATIHAN BARISTA - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan barista di Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jalan Kaliurang, Sleman, Senin (9/7). Pelatihan inklusi ini pun diharapkan mampu memberi jembatan bagi para kaum disabilitas dan rawan diskriminasi untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan perekonomian.
PELATIHAN BARISTA - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan barista di Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jalan Kaliurang, Sleman, Senin (9/7). Pelatihan inklusi ini pun diharapkan mampu memberi jembatan bagi para kaum disabilitas dan rawan diskriminasi untuk dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan perekonomian. (TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy)

Ingin Akses Pekerjaan

Melalui Eko Sugeng yang sukses menjadi barista meski memiliki keterbatasan fisik, membuat Panti Rehabilitasi Yakkum terinspirasi memberikan pelatihan inklusif barista bagi orang dengan rawan diskriminasi salah satunya yakni orang dengan disabilitas.

Melalui pelatihan ini menjadi sebuah harapan bagi para kaum difabel dan rawan diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan membuat usaha.

Akses yang mendukung bagi kaum difabel dan sikap skeptis masyarakat terhadap kaum difabel masih menjadi hantu bagi para pengidap difabel sehingga ia dan lainnya berharap hal tersebut mulai terkikis.

"Sebenarnya bukan kita ingin dispesialkan namun hanya ingin kita diberi jalan dan fasilitas pendukung untuk mewujudkan apa yang ingin kita cita-citakan," ungkap Eko. (*)

Berita ini sudah tayang di tribun jogja dengan judul http://jogja.tribunnews.com/2018/07/10/kisah-eko-sugeng-barista-difabel-dari-yogyakarta-mampu-meracik-hingga-menyajikan-ke-pelanggan

PELATIHAN BARISTA - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan barista di Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jalan Kaliurang, Sleman, Senin (9/7/2018).
PELATIHAN BARISTA - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan barista di Pusat Rehabilitasi Yakkum, Jalan Kaliurang, Sleman, Senin (9/7/2018). (TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy)
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help