Kedua Matanya Tak Melihat dan Tubuh Pun Lemah, Gadis 13 Tahun Ini Membutuhkan Pertolongan

Kedua matanya kini tak lagi terang melihat dan tubuhnya semakin melemah dan harus duduk kursi roda.

Kedua Matanya Tak Melihat dan Tubuh Pun Lemah, Gadis 13 Tahun Ini Membutuhkan Pertolongan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Eilleen Anastasya Tinambunan yang menderita tumor germinoma terduduk lemah di kursi roda 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Eilleen Anastasya Sukastri Tinambunan, gadis berusia 13 tahun kini tengah berjuang melawan penyakit tumor germinoma yang bersarang di kepalanya.

Anak pertama dari pasangan Elwin Tinambunan dan Tiodor Sitinjak ini sangat bergantung dengan perhatian orang tuanya untuk melakukan hal-hal kecil seperti makan, buang air dan lainnya.

Sebab, kedua matanya kini tak lagi mampu melihat dan tubuhnya semakin melemah dan harus duduk kursi roda.

Bahkan untuk menggerakkan anggota tubuhnya, Tasya sapaan Eilleen Anastasya Sukastri Tinambunan-- selalu mengerang kesakitan menahan nyeri yang ia alami. Begitu juga ketika Tribun-Medan.com menyambangi rumah keluarganya di Jalan Air Bersih Gang Sutarjo No 16, Sidikalang, Dairi, Rabu (11/7/2018), Eilleen hanya bisa terduduk lemah bersender di kursi roda tanpa mampu menegakkan punggungnya.

"Kalau mau menggerak kan anggota tubuhnya pasti nangis, mungkin karena nyeri," kata Elwin.

Elwin menceritakan gejala awal Tasya sebelum akhirnya divonis mengidap tumor germinoma yaitu pada Desember 2017. Ketika itu gadis kelahiran 9 Oktober 2004 itu mengeluhkan pandangannya mulai kabur saat memandang ke arah papan tulis disekolahnya. 

"Begitu tau matanya mulai kabur kami periksakan ke optik, setelah dicek mata Tasya diketahui masing-masing minus 2,5 dan minus 2,75. Jadi kami belikan kacamata," kata Tiodor, ibu Eilleen Tasya.

Selang beberapa hari Tasya pun kembali mengeluh sering mudah mengantuk dan persendian di kakinya sering terasa nyeri. Suhu tubuhnya pun meninggi dan daya ingatnya menurun.

"Lama-lama semakin lemah kakinya dan suatu hari tiba-tiba jatuh, karena kakinya lemah tak mampu menopang tubuh Eilleen. Kami bawa kusuk dan seminggu dia tak masuk sekolah," ungkap Tiodor yang juga guru di SMP 2 PPGS, Pakpak Bharat.

Halaman
123
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved