Sujarwo, Buronan Kasus Korupsi Pembangkit Listrik Ditangkap Usai Beribadah di Tanjungmorawa

Ir Sujarwo terpidana kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan konstruksi dan instalasi PLTMH Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2009

Sujarwo, Buronan Kasus Korupsi Pembangkit Listrik Ditangkap Usai Beribadah di Tanjungmorawa
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE)
Asintel Kejati Sumut Leonard Simanjuntak SH MH (kanan) menanyai buronan kasus korupsi Ir Sujarwo (kiri) saat tiba di salah satu ruangan di Kantor Kejati Sumut tadi malam, Selasa (10/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap satu buronan terpidana kasus korupsi tadi malam, Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 19.10 WIB. Buronan, bernama Ir Sujarwo (55), diciduk usai menjalankan salat maghrib  di Jalan Mardisan, Desa Bangunsari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Ir Sujarwo (55) merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan konstruksi dan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid (PLTMH) Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2009 lalu, yang berpagu dana Rp 800 juta dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2009.

"Terpidana atas nama Ir Sujarwo kita amankan setelah salat magrib di Masjid Istiqomah, saat akan memasuki mobilnya. Begitu terlihat keluar dari masjid, Asintel Kejati Sumut Leonard Simanjuntak SH MH langsung memerintahkan anggota untuk mengamankan terpidana. Terpidana menyerah dan tidak melawan saat diambil petugas," ungkap Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian SH MH saat ditemui Tribun Medan, Rabu (11/7/2018).

Sumanggar mengatakan, keberadaan pria mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat ini terendus berkat informasi dari masyarakat. Setelah menelusuri informasi dan mengintai selama beberapa hari, intelijen Kejati Sumut akhirnya mendapati posisi buronan Ir Sujarwo, yakni di sebuah kantor pemasaran perumahan umum di Jalan Aek Pancur, Desa Bandungrejo, Kecamatan Tanjungmorawa.

"Berdasarkan keterangan terpidana, ia bekerja dengan temannya bernama Abdi Superto, Direktur PT Maju Jaya Mitra Abadi (pemborong perumahan umum tersebut)," katanya.

Baca: Kejati Sumut Sebut Perkara KM Sinar Bangun Mendapat Penanganan Khusus, Sumanggar: Ini Kasus Nasional

Baca: Lambat Tuntaskan Dugaan Korupsi Tapian Siri-siri, Himahsu Sebut Kejati Hilangkan Kepercayaan Publik

 

Baca: Kejati Akui Sudah Terima Berkas SPDP Kasus KM Sinar Bangun

 

Selanjutnya, Ir Sujarwo dibawa ke Kantor Kejati Sumut untuk diproses, lalu diserahterimakan kepada Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Dairi untuk dieksekusi (dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan).

Untuk diketahui, Ir Sujarwo ini telah diputus bersalah merugikan keuangan negara pada peradilan tingkat pertama. Perkaranya pun telah inkracht berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 228.K/Pid.Sus/2014 tanggal 19 Maret 2014. Ia dijatuhi pidana empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Namun, ia menghilang saat tengah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Ia berkesempatan kabur karena memperoleh penangguhan penahanan. Karena tidak mengindahkan panggilan sebanyak tiga kali, Kejaksaan Negeri Dairi pun akhirnya memasukkan nama Ir Sujarwo ke dalam DPO pada tahun 2015.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help