Terungkap Fakta Baru KM Lestari Maju Tak Alami Kebocoran Lambung Kapal, Kok Bisa Karam?

Penyelidikan kandasnya KMP Lestari Maju di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan mendapatkan fakta baru.

Terungkap Fakta Baru KM Lestari Maju Tak Alami Kebocoran Lambung Kapal, Kok Bisa Karam?
Tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas melakukan pencarian korban KMP Lestari Maju yang tenggelam di sekitar lokasi tenggelamnya kapal di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/7/2018).(ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE) 

Sebelumnya seperti yang dilansir Antara, korban KMP Lestari Maju yang dilaporkan kemasukan air dan kandas di perairan Selayar, Sulawesi Selatan pada Selasa bertambah menjadi 35 orang meninggal dunia.

"Kami perbaharui kembali informasinya mengenai jumlah korban meninggal dan selamat. Yang meninggal dunia itu sebanyak 35 orang dan semuanya dalam kondisi tidak menggunakan jaket keselamatan," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Polisi Dicky Sondani, di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, 35 orang korban meninggal dunia pada kecelakaan laut itu, untuk sementara baru teridentifikasi sebanyak 34 orang dan satu lainnya masih diperiksa.

Sedangkan untuk satu korban lainnya yang saat ini belum diketahui identitas lengkapnya adalah berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 50-60 tahunan.

"Sebanyak 34 orang yang teridentifikasi dan satu orang belum teridentifikasi. Usianya sekitar 50-60 tahun dan berjenis kelamin perempuan," katanya.

Dicky menyebut nama-nama para korban yang dievakuasi ke RSU KH Hayyung, yakni Kepala ASDP Pamatata, Hari Laksono; suami-istri Rurung (58) dan Marlia (44), Suryono (55).

Asmawati (43), Sitti Saera (58), Abd Rasyid (60), Rini Arianti (29), Abisar (2), (anak Rini Arianti), Rosmiati (40), Demma Campong (45), Andi Le?leng (47), Syamsuddin (50), Hensi (64), Ati Mala (58), Denniamang (72).

Kemudian warga lain, Marwani (40) warga Sappang Kabupaten Bulukumba, Hj Salmiah (55) warga Kabupaten Sinjai, Abd Rasyid (40) warga asal Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng, serta seorang bocah perempuan tiga tahun tanpa identitas.

Suryana (55), Dempa (50), Nurlia (64), Andi Junaeda (70), Norma (50), Ningsih, Haidir (2), Kartini (60), Siti Baedah (55), Jumbrah (50), Anjel (8), Andi Fitri Yuliana (3), Andi Akifa (8), Andi Hanifa (9), Andi Patta Daeng (60), Jae (50) serta satu mayat perempuan tanpa identitas.

Sondani menyebut jika para korban meninggal dunia itu umumnya tidak menggunakan jaket pelampung.

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved