Dianggap Mencerca Terdakwa Penggelapan Mobil Secara Berlebihan, Hakim Sormin Tegur Saksi Billy 

Ketegangan muncul usai saksi korban Billy yang dihadirkan JPU Rendi Tambunan merasa jengkel terdakwa Andika Syahputra seorang oknum polisi

Dianggap Mencerca Terdakwa Penggelapan Mobil Secara Berlebihan, Hakim Sormin Tegur Saksi Billy 
Tribun Medan/Alija Magribi
Sidang lanjutan terdakwa Nova Zein kembali digelar pada Rabu (11/7/2018) di ruang Cakra 3 PN Medan. Beberapa kali suasana tegang saat saksi yang dihadirkan emosional saat memberikan keterangan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Andika Syahputra,Dedy dan Zefri,tiga terdakwa kasus pengegelapan mobil yang melibatkan Ade Nova Fauzia Zein alias Nova Zein terdakwa terduga otak penipuan dan pengelapan 64 Mobil mewah yang penahanannya telah ditangguhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) hanya bisa tertunduk sepanjang sidang. JPU hadirkan saksi korban saat bersidang di ruang Cakra 3 pengadilan Negri (PN) Medan Rabu (11/7/2018) sore.

Sela sidang, ketegangan muncul usai saksi korban Billy yang dihadirkan JPU Rendi Tambunan merasa jengkel terhadap terdakwa Andika Syahputra, oknum polisi yang seharusnya menegakkan hukum malah menjadi penadah dan bersekongkol dengan Nova Zein.

Kepada Hakim yang dipimpin Jamaluddin saksi billy mengatakan dirinya mengetahui mobilnya digelapkan Nova Zein, Setelah 2 bulan saat sudah teken kontrak. Ia juga menyabutkan kalau mobilnya juga dijual oleh kompeloton Nova Zein Cs.

"Saya telah tandatangani Kontrak selama 5 tahun dan perjanjiannya tersebut terjadi di Notaris (Khairunnisa). Dalam isi perjanjian tersebut saya (saksi korban) harus menyerahkan kunci mobil kepada Nova Zein, namum akhirnya tanpa sepengetahuan mobil saya digelapkan oleh Nova Zein Cs," ucap Billy.

Dihadapan perangkat persidangan saksi mengatakan belakangan dirinya mengetahui mobil Fortuner warna putih miliknya itu ada ditangan Andika ,yang ia kontrakan kepada Ade Nova Fauzia Zein alias Nova Zein,seorang wanita yang dikenal sebagai ketua
Sumatra Women Foundation (SWF).

"Mobil itu saya temukan berada dirumah oknum polisi bernama Andika, soalnya mobil itu saya pasang GPS didalamnya. Namun herannya setelah di datangi mobil itu sudah tidak ada lagi,ternyata mobil tersebut dialihkan ketangan Dedi, " tambah Billy lagi.

Baca: Korban Nova Zein mengadu, Kapenkum : Silakan jika Proses Hukum Janggal

Baca: Nova Zein Menangis, Diteriaki Korban di Persidangan: Air Mata Buaya. .

Menurut informasi dari masyarakat saksi ketahui Andika adalah oknum polisi bekerjasama dengan Jefri dan Dedi.Billy merasa dirugikan, karena terdakwa Nova Zein menyalahgunakan kontrak yang seharusnya menyewa mobil untuk kegiatan sosial tetapi untuk digelapkan karena kepentingan pribadi.

"Jadi Andika, Jefri dan Dedi adalah penadah, karena pada saat mobil saya ditemukan dari mereka. Sewa atau kontrak selama 5 tahun, saya telah dirugikan karena sesuai dengan kontrak bahwa selama 1 bulan Perusahan terdakwa Nova Zein harus membayar Rp15 juta ," tambah saksi.

Menanggapi kesaksian digunakan Billy untuk mencerca terdakwa secara berlebihan, salah satu hakim anggota Ferri Sormin murka. Ferri Sormin sebut mobil telah dikembalikan ke saksi korban Billy sehingga Billy diharap tidak terlalu emosional memberikan keterangan.

"mobilmu kan sudah dapat. Ya udah lah jangan nambah, nambah lagi," ujar Sormin

Akhirnya sidang lanjutan berjalan lancar usai seluruh perangkat sidang menahan emosi. Hakim agendakan sidang lanjutan dengan menghadirkan barang bukti kontrak sewa menyewa mobil korban terdakwa Nova Zein

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved