Home »

Sumut

Berulang Kali Tangani Kasus Kriminalisasi, Manambus Pasaribu Meniatkan Hati Membumikan LPSK

Manambus adalah salah satu calon Komisioner LPSK yang dinyatakan lolos Seleksi Administrasi.

Berulang Kali Tangani Kasus Kriminalisasi, Manambus Pasaribu Meniatkan Hati Membumikan LPSK
TRIBUN MEDAN/ROYANDI HUTASOIT
Manambus Pasaribu, Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ditemui di ruangan kerjanya sederhana, Manambus Pasaribu, Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu) dengan ramah menjamu, Harian Tribun Medan/daring Tribun-Medan.com, untuk wawancara mengenai keikutsertaanya dalam proses seleksi untuk menjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kamis (12/7/2018)

Manambus adalah salah satu calon Komisioner LPSK yang dinyatakan lolos Seleksi Administrasi dan Senin, 16 Juli 2018 medatang, bersama 53 calon komisioner lainnya, akan mengikuti Seleksi Kemampuan Konseptual di Pusdiklat Kementrian Sekretariat Negara. Saat ini dia pun sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tersebut.

"Sudah ada persiapan. Modal saya tentunya adalah track record saya selama di Bakumsu, dan doa dari keluarga," ujarnya Singkat.

Pria yang sudah memiliki tiga anak ini adalah sosok pembela masyarakat kecil, terutama masyarakat yang terlibat dalam permasalahan agraria. Ia bergabung dengan Bakumsu sejak 2002. Namun membela masyarakat sudah dia lakukan sejak masih duduk di bangku kuliah, dan turut aktif bersama ribuan mahasiswa menumbangkan rezim orde baru.

Pria yang akrab dipangil Bung Manambus ini, bercerita dia turut mendaftar dan mengikuti seleksi Komisioner LPSK, guna menjalankan tugas negara yang sudah terpatri di dalam sanubarinya sejak dulu, yaitu membela kepentingan masyarakat yang tertindas. Baginya menjadi bagian dari LPSK, maka perjuangan yang dia lakukan selama ini di Bakumsu akan terus berlanjut.

"Satu keyakinan saya adalah, negara ini butuh orang baik, butuh orang yang beritegritas, butuh orang yang memperjuangkan rakyat. Sebagai bagian dari negara ini, saya merasa ada kewajiban terlibat. Kenapa LPSK, karena jalur perjuangan saya selama di Bakumsu sejalan, dimana yang diperjuangkan subjecknya sama, dan perspektifnya juga sama, yaitu memandang sebuah permasalahan dari kaca mata saksi dan korban," ujarnya.

Kelak jika terpilih sebagai komisioner Manambus mengutarakan akan lebih membumikan keberadaan LPSK kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang selama ini tidak tahu haknya sebagai saksi dan korban tidak takut lagi menyuarakan kebenaran, karena mereka terlindungi sesuai dengan UU Republik Indoensia Nomor 31 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan dan Korban.

"Tidak banyak masyarakat yang tahu apa haknya sebagai saksi, tidak tahu haknya sebagai korban. Masyarakat cenderung takut mengungkapkan kebenaran karena ketidak tahuan ini. Ke depan LPSK harus lebih giat dan pro aktif mensosialiasikan hal ini, ibarat sepak bola, LPSK tidak bisa menunggu bola, tapi harus mengejar bola, saksi adalah elemen penting untuk menegakkan kebenaran, akan sulit kalau saksinya takut," ujarnya.

Dengan terlibat di LPSK, Manambus menyakini turut memperbaiki demokrasi di Indonesia yang mana baginya, demokrasi yang ada di Indonesia saat ini masih prosedural, belum pada penerapannya, yaitu menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help