Home »

News

Gajah Mati di Aceh Diduga Diracun, Tim BKDSA Temukan Serbuk Biru di Dalam Perut

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh telah mengautopsi gajah mati di area perkebunan sawit PT Bumi Flora

Gajah Mati di Aceh Diduga Diracun, Tim BKDSA Temukan Serbuk Biru di Dalam Perut
(KOMPAS.COM/MASRIADI)
Seekor gajah jantan ditemukan tewas di areal perkebunan sawit milik PT Dwi Kencana Semesta, Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, Minggu (17/4/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com - Misteri kematian seekor gajah di area perkebunan sawit PT Bumi Flora, Desa Jambo Rehat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur terungkap.

Ini setelah tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh telah mengautopsi gajah mati di area perkebunan sawit PT Bumi Flora, Desa Jambo Rehat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (14/7/2018).

Tim BKDSA menduga, gajah tersebut mati karena diracun.

"Kami menduga kematian gajah itu karena diracun. Namun, untuk memastikannya perlu uji laboratorium. Dugaan sementara kita begitu, dan ini sungguh memprihatinkan," kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji.

Dia menyebut, perlu penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian gajah tersebut.

Untuk itu, BKSDA berkoordinasi dengan Polres Aceh Timur menyelidiki kasus kematian gajah berjenis kelamin jantan, yang usianya diperkirakan 12 tahun itu.

Sapto menyebut, kematian gajah itu menambah daftar kasus di Aceh. Sepanjang dua tahun terakhir, tercatat delapan gajah mati di provinsi tersebut.

“Jumah terbesar itu berada di Aceh Timur. Untuk itu, kita terus berupaya mengimbau masyarakat melindungi gajah liar. Di sisi lain, proses hukum juga berlangsung di tangan kepolisian,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, seekor gajah mati di area perkebunan sawit PT Bumi Flora.

Gajah itu ditemukan dengan gading utuh sepanjang 10 sentimeter dan berjenis kelamin jantan. (*)

Berita ini sudah terbit di tribun jogja.com dengan judul http://jogja.tribunnews.com/2018/07/14/temuan-serbuk-biru-jadi-petunjuk-teka-teki-gajah-mati-di-aceh

Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help