Home »

Sumut

Hari Kedua Raker, Majelis Dewan Guru Besar PTNBH Bahas Pencegahan Radikalisme di Kampus

Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) Majelis Dewan Guru

Hari Kedua Raker, Majelis Dewan Guru Besar PTNBH Bahas Pencegahan Radikalisme di Kampus
Guru-guru besar dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Indonesia saat mengikuti Rapat Kerja Majelis Dewan Guru Besar tahun 2018 di USU, Sabtu (14/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) Majelis Dewan Guru Besar (MDGB) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) tahun 2018 yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 Juli 2018.

Pada Hari kedua Rapat Kerja yang bertempat di Ruang IMT-GT Gedung Biro Pusat Administrasi USU lantai 2 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Sabtu (14/7/2018), Majelis Dewan Guru Besar salah satunya membahas terkait pencegahan radikalisme di kampus.

Pada sesi yang dibawakan oleh para Dewan Profesor dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tersebut, disampaikan bahwa radikalisme merupakan salah satu hasil dari perilaku indisipliner.

"Radikalisme, salah satu dari perilaku indisipliner. Korupsi, indisiplin terhadap kewenangan individu/organisasi. Narkoba, indisiplin terhadap kondisi sosial. Radikalisme, indisiplin terhadap ideologi," ujar Prof. Nadjadji Anwar salah satu Dewan Guru Besar ITS yang juga wakil ketua Majelis Dewan Guru Besar PTNBH.

Prof. Nadjadji juga menyampaikan bahwa radikalisme bisa ada dimana saja. Sumbu radikalisme, katanya bisa bernuansa dari banyak hal di negeri ini.

"Sumbu radikalisme bisa bernuansa apa saja, antara lain: agama, ekonomi, sosial, politik, dan budaya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pada sarasehan tersebut, Dewan Profesor ITS juga mengungkapkan bahwa paham radikalisme telah menyusup ke dalam kampus meskipun jumlahnya kecil. Namun, perguruan tinggi harus waspada dan melakukan pencegahan sedini mungkin.

Oleh sebab itu, dewan Dewan Profesor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengharapkan adanya peran serta dari berbagai pihak dalam mengatasi berkembangnya paham-paham radikal di Indonesia ini. Kegerakan dari seluruh komponen bangsa termasuk perguruan tinggi dalam upaya pencegahan radikalisme ini sangat diperlukan.

"Perguruan tinggi harus memiliki komitmen untuk mencegah tumbuh-kembangnya radikalisme," tegas mereka.

Apalagi, sambung Prof. Nadjadji, bangsa Indonesia ini memiliki aset intelektual yang besar berupa jutaan mahasiswa, ratusan ribu dosen, dan ratusan ribu tenaga kependidikan. Karena itu aset intelektual tersebut juga memiliki tanggung jawab untuk membawa Indonesia ke peradaban yang lebih baik.

"Bangsa Indonesia saat ini memiliki aset intelektual yang besar berupa 7.256.142 mahasiswa, 288.025 dosen, dan ratusan ribu tenaga kependidikan yang bertanggung jawab untuk membawa Indonesia ke peradaban yang lebih baik," tandasnya.

Sekadar informasi, pada Rapat Kerja Majelis Dewan Guru Besar PTNBH tersebut hadir dari dewan Guru Besar ITS antara lain, Prof. Nadjadji Anwar, Prof. Imam Robandi, Prof. I Nyoman Sutantra, Prof. Djatmiko Ichsani, Prof. Nur Iriawan, Prof. Budisantoso Wirjodirjo, dan Prof. Yulinah Trihaduningrum.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help