Humas SKK Migas Jelaskan Alur Pengolahan Migas Hingga Bisa Dinikmati Konsumen

Kuliah Umum bertema "Menggali Ketahanan Energi Nasional & Kelancaran Hulu Migas" dihadiriKepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut, Haryanto Syafri

Humas SKK Migas Jelaskan Alur Pengolahan Migas Hingga Bisa Dinikmati Konsumen
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Suasana Setelah Acara SKHM Sumatera Gelar kuliah Umum Hulu Migas,di Aceh Corner Jalan Selamat Ketaren, Kelurahan Bandar Selamat, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Study Kajian Hulu Migas (SKHM) Wilayah Sumatera menggelar kuliah Umum lintas sektoral, di Aceh Corner Jalan Selamat Ketaren, Kelurahan Bandar Selamat, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (14/7/2018) Pagi.

Kegiatan kuliah Umum ini, dihadiri oleh puluhan peserta lintas kalangan, mulai dari mahasiswa, kelompok pemuda dan aktivis industri migas.

Kuliah Umum yang bertemakan "Menggali Ketahanan Energi Nasional & Kelancaran Hulu Migas" turut dihadiri langsung Kepala Departemen Humas SKK Migas Wilayah Sumbagut, Haryanto Syafri sekaligus sebagai pembicara.

Haryanto syafri dalam paparannya mengatakan bahwa perlunya sosialisasi terus menerus kepada masyarakat tentang industri Hulu Migas ini, agar masyarakat mampu mengetahui apa problem Migas di Indonesia dan apa saja sektor unggulan Migas dan siapa yg menanganinya.

"Pengolahan Migas ini ada dua sektor, yang pertama Hulu Migas, Kedua Hilir Migas, Sektor Hulu Migas ini adalah Sektor Pengolahan Bahan mentah, sebelum dijadikan Produk yang nantinya akan dinikmati, sementara kalau Sektor Hilir adalah pemasaran setelah diolah menjadi produk, seperti halnya BBM yang kita nikmati di Pom Bensin," kata Haryanto.

Baca: KPK Tangkap Anggota DPR RI Eni Maulani Saragih Bawa Rp 500 Juta di Rumah Mensos Idrus Marham

Ia menambahkan untuk menjaga kebutuhan energi negara, sektor Hulu Migas Indonesia terus dieksplor dan diawasi oleh Satuan Kerja Khusus pelaksana kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) disetiap masing masing wilayah yang terdapat minyak buminya.

"Kebutuhan rakyat terhadap Minyak dan Gas bumi itu kan tinggi, jadi Pemerintah terus mengawasi dan berusaha terus memenuhi kebutuhan itu, diawasi juga pengelolaannya, hingga kini Minyak Bumi kita 85% untuk kebutuhan dan milik Negara, sisanya 15 % dikelola investor yang turut membantu dalam proses eksplorasi karena mereka yg memiliki ketrampilan teknologi dan keuangan dalam pengolahannya. Sementara untuk Gas Bumi 70% milik negara, 30% pihak investor," terangnya.

Baca: Tak Nunggu HRS, Abdul Somad Ketemu TGB: Kami Tetap Satu Visi Misi dan Komitmen

Baca: Perubahan Artis Cut Memey Usai Dinikahi Pria Bule, Bandingkan saat Bersama Jackson Perangin-Angin

Sementara itu Koordinator SKHM Sumatera, Muhammad Roni mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan dilakukan terus menerus ke seluruh daerah sumatera sebagai upaya sosialisasi sektor hulu migas.

Baca: Dapat Ijazah SMA, JOSS Sudah Deklarasi Susi Pudjiastuti Jadi Cawapres Jokowi

Baca: Satu Terjebak Cinta Terlarang, Inilah 3 Polisi Pangkat AKBP yang Dicopot Kapolri dalam Sepekan

"Hulu Migas ini belum semua orang tau seperti apa, jadi kita kenalin dulu apa itu Hulu Migas ke daerah daerah melalui kuliah umum seperti ini, dan ini adalah langkah awalnya, kemudian setelah Hulu Migas sudah diketahui banyak orang, kita akan coba beri edukasi life in dengan aksi langsung bersama masyarakat di lapangan," jelasnya.

Roni juga cukup mengapresiasi antusiasme peserta yang tinggi dengan banyaknya peserta yang hadir walaupun kegiatan ini pertama dilakukan dan juga ramainya pertanyaan yg diajukan ke pemateri.

Diakhir acara SKHM Sumatera memberikan cinderamata berupa plakat penghargaan kepada pemateri dan dilanjutkan sesi foto bersama Pemateri dan para peserta.

(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved