Kedai Tok Awang

Main Betulan atau Ecek-ecek Lagi

Sebagaimana di pertandingan penyisihan grup, kedua klub tak bermain sepenuh hati.

Main Betulan atau Ecek-ecek Lagi
AFP PHOTO/FRANCISCO LEONG/MARTIN BERNETTI
FOTO combo pemain tim nasional Belgia, Eden Hazard (kiri), dan pemain tim nasional Inggris, Harry Kane 

PERTANDINGAN perebutan posisi ketiga adalah pertandingan yang paling tidak menggairahkan dalam satu turnamen, apapun. Entah itu kelas antarkampung atau antarnegara, entah kelas lokal, regional, internasional, sama saja, sebab pandangan terhadapnya sudah terpatri sedemikian rupa: dua tim yang sama-sama gagal menang dan saling berhadapan sekadar untuk mendapatkan gelar hiburan.

Pertimbangan atas hakekat inilah yang kemudian memunculkan semacam ketidakyakinan bahwa laga Belgia melawan Inggris di St Petersburg, Sabtu (14/7) malam nanti, bakal berlangsung seru. Boleh jadi, yang mengemuka justru kebalikannya. Sebagaimana di pertandingan penyisihan grup, kedua klub tak bermain sepenuh hati.

"Ecek-ecek orang ni main waktu itu. Memang, enggak nampak-nampak kali kayak, ingatnya kelen Indonesia lawan Thailand dulu? Yang pemain Indonesia ngebobol gawang sendiri lalu tepuk-tepuk tangan? Nah, enggak kayak gitu. Agak cantek sikit main orang tu, jadi tetap nampak seru padahal sebenarnya enggak ada yang mau menang," kata Lek Tuman.

Ecek-ecek ini terjadi di pertandingan ketiga baik bagi Inggris maupun Belgia. Keduanya sudah sama-sama memastikan tiket ke fase 16 besar. Ibarat kata, tinggal menunggu lawan. Namun, justru di sini letak persoalan. Sebab, lawan yang menunggu adalah Jepang dan Kolombia. Jika berhasil melewati Jepang, kemungkinan lawan yang bakal dihadapi adalah Brasil.

"Iyalah pulak. Siapalah yang mau ketemu Brasil? Kalok bisa menghindar, ya, menghindar, walaupun belakang hari ketahuan kalok enggak hebat-hebat kalinya rupanya orang tu. Iya, kan, Tok?" kata Sudung menggoda Tok Awang yang sedang main catur dengan Pak Udo. Sepekan setelah kepulangan Neymar dari Rusia, Tok Awang berhasil move on.

Pun demikian, Ocik Nensi tetap saja khawatir. Dari balik steling, dibelalakkannya matanya ke arah Sudung. Syukurnya, Tok Awang tetap tenang. Hanya diliriknya Sudung sekilas, lalu kembali mencurahkan konsentrasi ke papan catur, fokus menghadapi serangan-serangan Pak Udo yang memainkan pembukaan Ruy Lopez favorit Magnus Carlsen.

"Panjang itung-itungan orang ni, dan memang terbukti kayak gitu berjalan skenarionya," ucap Zainuddin. "Inggris dan Belgia sama-sama menargetkan masuk ke semifinal dan ini lebih mudah kalok enggak jumpa sama Brasil."

"Pas tu, Pak Guru," sahut Jek Buntal. "Walaupun nyaris tebuntang jugak Belgia dibante Jepang."

Skenario memang nyaris berantakan bagi Belgia. Di pertandingan lawan Inggris, mereka ketiban sial karena bisa mencetak gol. Entah benar-benar kelupaan atau kelewat bersemangat, Adnan Janujaz yang pernah 50 kali merumput bersama Manchester United, membobol pertahanan Jordan Pickfort, satu dari dua pemain utama yang dipertahankan Gareth Southgate di starting eleven.

Pilihan yang sama juga diambil Roberto Martinez. Hanya Marouane Fellaini dan Thibaut Curtois yang tersisa di lapangan. Sembilan pemain inti Inggris dan sembilan pemain inti Belgia, duduk ongkang-ongkang di bangku cadangan.

FOTO combo pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate (kiri), dan pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez
FOTO combo pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate (kiri), dan pelatih tim nasional Belgia, Roberto Martinez (AFP PHOTO/JUAN MABROMATA/FILIPPO MONTEFORTE)
Halaman
123
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved