Terancam Amputasi, Mahasiswa STAN Ini Yakin Tuhan Sembuhkan Penyakitnya

"Tidak ada solusi mau disedot atau apa begitu langsung amputasi kata mereka. Ya, anaknya gak mau. Dia optimis sembuh tanpa amputasi," ujar Rinton

Terancam Amputasi, Mahasiswa STAN Ini Yakin Tuhan Sembuhkan Penyakitnya
Tribun Medan
Fajar ditemani ibunya Elvida Samosir saat ditemui di rumahnya.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Fajar Fransisco Sagala, mahasiswa dari Huta Ginting, Kelurahan Huta Ginting, Kecamatan Sianjur Mula, Kabupaten Samosir Sumatera Utara mendapatkan vonis dokter terkena Kanker Osteosarcoma setelah memeriksakan diri di sebuah rumah sakit di daerah Jakarta pada November 2017 lalu.

"Awalnya di main futsal kemudian istirahat. Biasalah habis olahraga kan. Bangun tidur, sakit kakinya, pergi ke tukang urut dan sembuh. Setelah itu sakit lagi, di urut lagi tapi malah bengkak. Dibawalah ke rumah sakit dan kata dokter terkena kanker tulang," ujar Ibu Fajar, Elvida Samosir.

Mereka juga melakukan MRI dan CT Scan Paru atas rekomendasi dokter. Ditemukan titik sel kanker dan dianjurkan amputasi kaki tetapi Fajar menolak. Bulan Desember, Fajar dan keluarga memutuskan untuk kembali Samosir.

Di sanalah kakinya semakin membengkak dan membesar. Sekira bulan April, Keluarga kemudian memutuskan untuk periksa ke salah satu rumah sakit di Kota Medan.

"Di sana hanya foto torax terus dikatakan harus amputasi juga. Kami sebagai orangtua bingung, kenapa hanya di foto kemudian dikatakan amputasi. Apakah dengan amputasi kankernya hilang atau bagaimana kami tidak mendapatkan kejelasan. Menurut info dokter ini bisa saja turunan atau Fajar pernah jatuh dan terluka" cerita ayahnya Fajar, Rinton Sagala

Baca: Kejati Mendadak Terbitkan SKPP Tersangka Boy

Mereka tidak bisa melawan apa yang dikatakan medis, setidaknya itu yang dikatakan Elvida, "Waktu kecil ia imunisasi, gak pernah sakit, saya tidak tau datang penyakit ini. Warga kampung, ya kita hidup miskin. Pola hidupnya sama saja seperti bisa. Ketika dibilang dokter saya gak terima kanker tulang atau apalah namanya."

Sebagai pelajar dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jurusan Bea Cukai yang pernah melewati tes kebugaran, kini Fajar diberi obat-obatan tradisional.

Saat ini ada seorang dokter keluarga yang rutin memantau kondisi Fajar sambil diberikan obat-obat karena Fajar sendiri tidak ingin kembali ke rumah sakit.

Baca: Tersimpan Segudang Buku Batak, Tempat Ini Banyak Dikunjungi Peneliti Luar Negeri

Instansi Fajar bersekolah sangat baik. Dosen dan teman-temannya sudah pernah datang mengunjugi. Saat ini Fajar harus cuti selama 1 tahun untuk penyembuhannya.

"Tidak ada solusi mau disedot atau apa begitu langsung amputasi kata mereka. Ya, anaknya gak mau. Dia optimis sembuh tanpa amputasi," ujar Rinton

Baca: Anak Marcella Zalianty Idap Tumor, Yuk Kenali Sejak Dini Fakta Penyakit Ini

"Tuhan memberikan dia utuh, jadi kembali pun harus utuh katanya, dia gak mau lagi ke rumah sakit, mau dibawa ke Penang pun kalau ujung-ujungnya diminta amputasi tidak akan mau dia. Dia yakin dia sembuh," cerita Elvida

Fajar pun sempat menirukan cara bicara dokter saat memeriksanya, "Sudah, gak usah kau fikirkan lagi kakimu ini. Mau dibawa ke mana pun pasti akan di amputasi," katanya sambil campur bahasa Batak.

Baca: Tim Arkeologi Umumkan Telah Menemukan Mumi Bertopeng Emas di Pemakaman Mesir Kuno

"Ya, Saya tidak mau. Karena saya yakin sembuh. Dokternya jawab, ya sudah kalau yakin tidak apa-apa," lanjutnya

Pendukung Mesut Ozil dan Real Madrid ini beranggapan hanya Tuhan yang tau. Dia tidak ada pilihan tetapi masih ada cara yang bisa dilakukan dan dia percaya itu. (cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved