Tao Silalahi Arts Festival Ingin Bangkitkan Kembali Pariwisata Danau Toba

Silahisabungan Arts Festival pada tahun 2016 dan di tahun 2017 dilanjutkan kegiatan Silahisabungan Arts Festival kedua.

Tao Silalahi Arts Festival Ingin Bangkitkan Kembali Pariwisata Danau Toba
Tribun-Medan / Nanda Rizka S Nasution
Suasana di D’Caldera Coffee, Jln Sisingamagaraja No 132A Kota Medan pada Pre Event dan Konferensi Pers Tao Silalahi Arts Festival dengan tema diskusi Dinamika Pertumbuhan Objek Wisata Pulau Silalahi di Kecamatan Silahisabungan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Objek wisata Pulau Paropo/Pulau Situngkir berada di Desa Ruma Tanggal, alamnya yang indah membuat lokasi ini kerap dikunjungi masyarakat dari luar maupun lokal untuk berkemah.

Melihat potensi yang dapat dikembangkan inilah yang menjadikan Rumah Karya Indonesia (RKI) membuat beberapa event kegiatan seni dan budaya sembari berkemah massal dengan nama Silahisabungan Arts Festival pada tahun 2016 dan di tahun 2017 dilanjutkan kegiatan Silahisabungan Arts Festival kedua.

RKI sebagai komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya dengan visi menjadikan seni tradisi dan budaya sebagai sumber inspirasi, kreativitas dan pengetahuan untuk mencapai Indonesia yang berkepribadian.

Ojax Manalu, Direktur Rumah Karya Indonesia, mengungkapkan beberapa pencapaian mereka dalam meningkatkan objel wisata di Paropo. Mulai dari muncul area camping ground, kegiatan ekonomi warga serta wilayah yang semakin dikenal.

Pada 2018 ini, Silahisabungan Arts Festival akan bertransformasi menjadi Tao Silalahi Arts Festival sebagai bentuk penguatan konsep dan pembaharuan visi-misi membangkitkan kembali masa kejayaan emas pariwisata Danau Toba lewat pengembangan pariwisata berbasis budaya dan ekologi

"Tao Silalahi Arts Festival adalah usaha untuk memperkenalkan Kecamatan Silahisabungan dengan potensi-potensi yang menarik untuk dikunjungi sebagai daerah pariwisata dan sekaligus sosialisasi Geopark Kaldera Toba ke publik," ujar Ojax

Sebelum acara besar dilaksanakan, Rumah Karya Indonesia terlebih dahulu mengadakan Pre Event dan Konferensi Pers Tao Silalahi Arts Festival dengan tema diskusi Dinamika Pertumbuhan Objek Wisata Pulau Silalahi di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi yang diadakan pada Selasa, (17/7) di D’Caldera Coffee, Jln Sisingamagaraja No 132A Kota Medan. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini turut dimeriahkan oleh Spesial Performa Lilis Samosir, Teater O, Bedgar, Blunder, IME

Dalam penyampaiannya, Ojax Manalu selaku Direktur Rumah Karya Idonesia menjelaskan tujuan kegiatan Tao Silalahi Art Festival ini adalah sebagai salah satu bagian Atraksi dari pengembangan destinasi ( Atraksi, Aksesbilitas, dan Amenitas) di Danau Toba yang dikelolah oleh Komunitas dan Masyarakat, memperkenalkan kepada publik, tentang keberadaan Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi kepada
publik dengan aneka ragam kehidupan di dalamnya, sehingga daerah ini layak menjadi tujuan wisata, sebagai wadah untuk seniman tradisi lokal, regional, dan internasional saling berbagi informasi
kesenian bertaraf dunia dalam konteks seni pertunjukan berbasis kebudayaan lokal dan dunia.

Bentuk kegiatannya juga beragam. Mulai dari membangun 1000tenda dengan menghadirkan 5000 orang, 4000 Ngopi Sidikalang, 3.000 Penanaman Bibit Buah, Festival Seni dan Budaya serta Kunjungan situs-situs budaya di kecamatan Silahisabungan.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved