Polisi Tetapkan 14 Orang sebagai Tersangka, Perusakan Kantor Panwaslih Taput

14 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dari 17 orang yang diperiksa dalam kasus perusakan Kantor Panwaslih Taput.

Polisi Tetapkan 14 Orang sebagai Tersangka, Perusakan Kantor Panwaslih Taput
ist
Kantor Panwas Taput dipenuhi batu setelah aksi demo pendukung cabup kalah 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penyidik Polres Tapanuli Utara (Taput), akhirnya menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan Kantor Panwaslih Taput di Hutagalung, Tarutung, pada Senin (16/17/2018) lalu.

Kasubbag Humas Polres Taput Aipda W Barimbing mengatakan, sebanyak 14 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dari 17 orang yang diperiksa dalam kasus perusakan Kantor Panwaslih Taput.

Baca: Situasi Kondusif, Penyidik Intensif Periksa 17 Orang Terduga Perusak Kantor Panwaslih Taput

"Untuk penanganan sudah diserahkan kepada Polda Sumut. Yang tiga lagi kita lepaskan, karena tidak cukup bukti keterlibatan mereka. Makanya setelah menjalani pemeriksaan kita pulangkan yang tiga orang," kata W Barimbing, Kamis (19/7/2018).

Ia menambahkan, bahwa 14 orang ditahan karena dugaan keterlibatan bersama-sama melakukan perusakan terhadap Kantor Panwaslih di Taput.

Terkait apakah ada dugaan para pelaku pengerusakan ada kaitan dengan Paslon JTP. Cepat-cepat W Barimbing menyangkal kabar burung yang beredar tersebut.

"Bukan, mereka mengatasnamakan masyarakat peduli keadilan. Jadi mereka tidak ada menggiring masalah paslon-paslon Bupati," katanya.

"Tapi yang jelas, sebanyak 14 orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Karena jauh semalam sudah kita berangkatkan dari Tobasa menuju Polda Sumut," jelas W Barimbing.

Perlu diketahui, Demo massa berbuntut kerusuhan di depan Kantor Panwaslih Taput di Hutagalung, Tarutung, pada Senin (16/17/2018) lalu.

Ratusan massa pengunjuk rasa melakukan aksinya dengan membawa peti mati dan membakar ban di tengah jalan.

Mereka memprotes penanganan Panwaslih terhadap dugaan kecurangan pada pelaksanaan Pilkada Taput.

Bahkan para pendemo sempat memblokir Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) Sipoholon–Tarutung. Mereka juga melempari Kantor Panwaslih Taput dengan batu dan bom molotov.

Akibatnya kantor pengawas pemilu itu rusak. Kaca jendelanya berpecahan dan dinding bagian atasnya jebol-jebol. Bahkan satu personel kepolisian terluka di bagian kepala akibat lemparan batu.

(cr9/tribun-medan.com)

UPDATE BERITA POPULER LAINNYA: 

Memancing di Sungai Lae Simbelin, Rasman Terkejut Melihat Mayat Bayi Terbawa Arus

Pembunuh Suhartini yang Dimasukkan ke Dalam Karung Ternyata Kekasihnya, Simak 13 Faktanya

BREAKING NEWS: Kapal Terbalik Dihantam Ombak Pantai Selatan, 6 Korban Tewas dan 7 Masih Hilang

BPK Tunggu Anggota Dewan Simalungun Pulangkan Rp 800 Juta hingga Akhir Juli, Kalau Tidak . . .

Inilah 12 Fakta Tentang Muhammad Zohri, Diguyur Hadiah Berupa Uang, Rumah, hingga Emas 1 Kg

Artis Nikita Mirzani Kapok Jalin Hubungan dengan Pria Lagi, Alasannya Gak Disangka

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help