Viral Medsos

Buaya si Cumping, yang Baru Terkam Warga, tetap 'Disuapi dan Diberi Makanan', Ini Videonya

Tunding diserang si Cumping pada bulan Juni lalu, saat akan membetulkan geladak jemuran rumput lautnya yang rusak.

Buaya si Cumping, yang Baru Terkam Warga, tetap 'Disuapi dan Diberi Makanan', Ini Videonya
Screenshot buaya si Cumping diberi makan oleh warga setempat 

TRIBUN-MEDAN.com - Buaya muara sepanjang 3 meter yang hidup di muara Sunga Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menjadi tontonan warga setempat.

Buaya yang diberi nama si Cumping (sumbing) menikmati udang dan ikan yang disuapkan warga dari atas perahu yang mereka tumpangi.

Warga tersebut benar-benar memberikan udang dan ikan dengan disuap dari tangan, bukan dilemparkan. Warga seakan tidak takut dengan buaya muara yang sempat menerkam salah satu warga mereka tersebut.

Kamarudin, satu warga Mamolo sempat mengabadikan kebiasaan warga tersebut melalui gawainya. 

“Sebulan yang lalu dia (si Cumping) menyerang warga, sampai dapat 28 jahitan di punggung. Tapi warga masih kasih makan hampir tiap hari,” ujarnya, Jumat (20/7/2018).

Warga yang diserang si Cumping adalah Tunding (35) alias Suding. Kepada Kompas.com, Tuding bercerita jika dia sering memberi makan si Cumping di bawah kolong tempat usahanya menampung hasil laut nelayan di kampung Mamolo.

Sehingga, dia hafal betul dengan bentuk fisik buaya muara tersebut. Si Cumping memiliki luka pada moncong sebelah kanan karena dulunya sempat ditombak warga ketika masih kecil. Akibatnya, moncong buaya tersebut cumping, bahasa setempat yang artinya sumbing.

Tunding bercerita, dia diserang si Cumping pada bulan Juni lalu, saat akan membetulkan geladak jemuran rumput lautnya yang rusak.

Tunding, warga Kampung Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang sempat diserang buaya pada pertengahan bulan Juni lalu saat ditemui Kompas.com, Jumat (20/7/2018).

Tunding, warga Kampung Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang sempat diserang buaya pada pertengahan bulan Juni lalu saat ditemui Kompas.com, Jumat (20/7/2018). (KOMPAS.com/SUKOCO)


Dia mengaku terpaksa turun ke laut karena harus mengganti salah satu tiang penyangga jemuran rumput laut yang sudah lapuk. Tunding harus berjongkok di bawah lantai jemuran.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help