Batalkan Pengangkatan 65 Pegawai, Badan Pengawas Pasar Horas Jaya Telusuri Indikasi Pungli

Benny Sihotang yang mengangkat 58 pegawai tidak tetap menjadi tetap dan tujuh honorer menjadi calon pegawai tetap.

Batalkan Pengangkatan 65 Pegawai, Badan Pengawas Pasar Horas Jaya Telusuri Indikasi Pungli
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Penjabat Dirut PD Pasar Horas Jaya Benny Sihotang berkemja kotak-kotak kecil di warung Rembo Jalan Cipto Pematangsiantar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Siantar, Benny Sihotang meninggalkan masalah. Benny Sihotang yang mengangkat 58 pegawai tidak tetap menjadi tetap dan tujuh honorer menjadi calon pegawai tetap terindikasi melakukan pungutan liar. Jadi, total ada 65 karyawan yang diangkat selama Benny menjabat.

Pengangkatan ini pun langsung dianulir oleh Badan Pengawas (PDPHJ) Kota Pematangsiantar. Sekretaris Badan Pengawas PDPHJ, Imran Simajuntak saat dihubungi via seluler, Minggu (22/7) mengatakan pengangkatan tersebut cukup janggal. Badan Pengawas telah mengirimkan surat ke Pelaksanatugas (Plt) Dirut PDPHJ baru, Didi Cemerlang.

"Kita sudah surati Plt. Dirut yang baru untuk membatalkan pengangkatan. Berdasarkan informasi indikasi praktek suap,"ujarnya.

Imran juga menjelaskan tengah melakukan investigasi terhadap adanya pungutan liar tersebut.

"Langkah kedua mereka kena sanksi. kita sedang melakukan ivestigasi. Jika terbukti, maka semua yang terlibat terkena sanksi hukum. Ini sudah masuk ke ranah kejahatan,"tambahnya.

Imran juga menjelaskan selama ini direksi PDPHJ tidak menghasilkan keuntungan bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar. Apalagi, dengan pengakatan tersebut, maka akan semakin merugikan kas perusahaan daerah tersebut. Diketahui, jumlah pegawai di PDPHJ sebanyak 244 pegawai.

"Kita sudah rugi 210 juta. Pengangkatan ini tak berbasis analisisis dan tidak objektif. Kita tegas. PDPHJ harus berubah jangan lagi pola-pola lama. ini makanya direktur baru kita beri harapan baru,"katanya.

Sementara, mantan Direktur PDPHJ, Benny Sihotang saat dihubungi via WhatsApp menampik mengangkat 65 karyawan dengan bayaran puluhan juta.

"Ketika saya masih Plt Dirut PDPHJ, saya sudah angkat mereka jadi Karyawan tetap dan tanpa ada bayaran,"katanya kemarin yang tengah sibuk mempersiapkan diri maju sebagai calon legislatif di provinsi Sumut.

Ketua Badan Pengawas PDPHJ yang juga Sekretaris Daerah Pemko Siantar, Budi Utari mengaku adanya penulusuran untuk mencari tahu praktik pungli yang dilakukan direksi lama.

"Saya belum tahu (bentuk tim), tetapi akan dibentuk mungkin,"katanya. (tmy/tribun-medan.com) 

***

IKUTI BERITA TERPOPULER LAINNYA 

Piton raksasa yang ditaksir delapan meter ditangkap warga Kelurahan Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra)
Piton raksasa yang ditaksir delapan meter ditangkap warga Kelurahan Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) (facebook/widia agil labuku)

Piton Sulawesi 8 Meter Kejutkan Pemancing, Tragis Nasibnya, Ini Foto dan Videonya

Hewan Paling Mematikan di Australia Bukanlah Ular atau Hiu, Bertentakel dengan Panjang 3 Meter

Ibu Kandung Bunuh Bayi Kembarnya di Kamar Mandi, Buah Hati Hasil Hubungan dengan Mantan Pacar

 Pelaut yang Hilang 7 Tahun di Lautan, Saat Ditemukan Tubuhnya Jadi Seperti Ini 

 

TGB Zainul Majdi dan Ustaz Abdul Somad. (Instagram.com)
TGB Zainul Majdi dan Ustaz Abdul Somad. (Instagram.com) (Instagram.com)

 Hari Ini Pengumuman Seleksi Jalur Mandiri USU, Silakan Cek Mulai Pukul 21.00 WIB

 KPK Sebut Napi Menyetor Uang Rp 500 Juta pada Kalapas hingga Tangisan Inneke Koesherawati

 Pengakuan Hotman Paris setelah Rukonya Disewa Anak Sulung Jokowi Gibran Rakabumi

 Akhirnya si Penghina Etnis Batak di Facebook, Faisal Abdi Berhasil Ditangkap Polda Sumut 

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved