Dokter Ahli Sebut Gizi Buruk Mudah Diselesaikan Bila Pemerintah Daerah Mau Turun Tangan

Dosen Ilmu Gizi dariUSU dr Dina Keumalasari mengatakan penyakit gizi buruk yang masih ada menghambat lahirnya anak-anak cerdas Indonesia

Dokter Ahli Sebut Gizi Buruk Mudah Diselesaikan Bila Pemerintah Daerah Mau Turun Tangan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Balita gizi buruk Wahyu berusia 1,5 tahun dalam gendongan ibunya di rumahnya, di Gang Mawar Pematang Sahkuda, Kabupaten Simalungun, Senin (23/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Penyakit gizi buruk menjadi penghambat tumbuh kembang seorang anak. Penyakit yang semestinya sudah tidak ada lagi di era saat ini belum sepenuhnya hilang. Kasus anak mengidap gizi buruk masih terjadi di Kabupaten Simalungun.

Dosen Ilmu Gizi dari Universitas Sumatera Utara, dr Dina Keumalasari mengatakan penyakit gizi buruk yang masih ada menghambat lahirnya anak-anak cerdas Indonesia. Pembiaran penyakit gizi buruk kepada anak dapat berdampak pada lemah dalam berpikir dan menghambat pertumbuhan tinggi badan anak (stunting).

"Kalau persoalan ini tak tuntas-tuntas, tentu kita tidak mencapai anak-anak Indonesia yang berkualitas. Kita tak bisa bersaing dengan negara lain,"ujarnya via seluler, Senin (23/7/2018).

Jadi bagaimana cara Pemerintah Kabupateb Simalumgun mengatasi persoalan gizi buruk, Dina mengharapkan pemerintah lebih intens mencari tahu penyebabnya ke seluruh desa. Ada tiga penyebab, yaitu sosial ekonomi (taraf hidup warga), pengetahuan, dan dukungan medis dan paramedis.

"Harus ditelusuri dulu apa penyebabnya. Kalau pemerintah mau, bisa dengan cepat terselesaikan itu. Tiap daerah ini berbeda-beda faktornya,"tambahnya.

dr Dina memastikan faktor terjadinya gizi buruk bukan sekadar asupan si anak, tetapi yang lebih penting asupan saat ibu tengah hamil. Setelah itu, bayi usia hingga dua tahun memang rentan terkena penyakit gizi buruk.

Baca: Duh, Ada Penderita Gizi Buruk di Simalungun, Begini Jawaban Dinas Kesehatan

Baca: Balita Penderita Gizi Buruk, Ayahnya Kuli Bangunan Hanya Mampu Berikan Asupan Seadanya

Saat disinggung untuk pengobatan gizi buruk yang dilakukan pemerintah dengan memberikan susu formula saja, dr Dina mengatakan tidaklah lengkap. Anak penderita gizi buruk harus langsung ditangani oleh dokter umum. Anak gizi buruk juga harus segera diberikan pengobatan khusus.

"Tahap pertama harus di rumah sakit. Ada obat khusus dan makan. Baru busa kita berikan makanan seperti biasa. Puskesmas sebenarnya bisa menyelesaikan ini sebagai lini pertama," ujarnya.

Seperti diketahui di Pematang Sahkuda Simalungun, Wahyu Syahputra balita usia 1,5 tahun mengidap penyakit gizi buruk. Kondisi tubuhnya sangat kurus dan pendek. Anak dari keluarga yang kurang mampu ini terlihat layu dan tubuhnya diselimuti kulit yang keriput. Orang tuanya hanya memberikan asupan gizi seadanya. Selain Wahyu, di Kabupaten Simalungun ada tujuh anak lagi yang mengalami gizi buruk.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved