Duh, Ada Penderita Gizi Buruk di Simalungun, Begini Jawaban Dinas Kesehatan

Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak, Kasmiati, mengaku tak bisa mengatasi seluruh persoalan gizi buruk di Kabupaten Simalungun.

Duh, Ada Penderita Gizi Buruk di Simalungun, Begini Jawaban Dinas Kesehatan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Balita gizi buruk Wahyu beruia 1,5 tahun dalam gendongan ibunya di rumhanya di Gang Mawar Pematang Sahkuda, Kabupaten Simalungun, Senin (23/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kasus anak gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Simalungun menjadi hal yang masih belum terpecahkan.

Selain Wahyu Syahputra (1,5), Suyatno untuk di desanya Nagori Sahkuda Bayu ada tujuh kasus anak gizi buruk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun, Sarmauli Siadari saat dihubungi via seluler, Jumat (23/7/2018) enggan memberikan komentar banyak. Ia menyarankan untuk menghubungi Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak.

Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak, Kasmiati, mengaku tak bisa mengatasi seluruh persoalan gizi buruk di Kabupaten Simalungun.

Pihaknya hanya memberikan bantuan kepada anak yang memang sudah kategori urgen.

Namun, ia menilai tidak ada gizi buruk murni di Kabupaten Simalungun. Hanya saja, gizi buruk yang disertai dengan penyakit tertentu.

"Gizi buruknya itu dari mana. Disertai dengan penyakit. Meskipun kita bantai, dengan makanan tambahan kalau penyakitnya gak disembuhkan tetap gizi buruk,"ujarnya.

Saat disinggung untuk penanganan khsus untuk anak gizi buruk, Kasmiati mengatakan tidak ada yang spesial. Bantuan yang diberikan dari Provinsi hampir sama.

"Kalau kita dari dinas kan gak bisa kita bantu (penyembuhan). karena banyak kasus kita. Tapi setahu kami susu formula bisa. Gizi buruk di Simalungun tidak ada gizi buruk yang murni. Tapi disertai dengan penyakit,"katanya.

Ia juga tak bisa memastikan setiap tanggal berapa program bantuan seperti susu diberikan. Pihaknya hanya menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumut.

"Kita gak ada patokan karena bantuan provinsi dan kabupaten. Kita pastikan ada program timbang berat badan setiap bulan. jadi kita tahu beratnya turun berapa," katanya.

Menurut Kasmiati, anak yang menderita gizi buruk banyak yang pendatang.

"kadang bayi ini pindah, kalau sakit datang lagi ke Simalungun. Ketika berat badannya turun datanglah ke Simalungun. itulah yang sering terjadi," katanya.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved