Duduki Ruang Rapat DPRD, Massa Bertahan Tunggu Hasil Angket Wali Kota Siantar hingga Malam

Massa pun menduduki ruang rapat internal Pansus Angket. Massa terus berteriak pelengseran Hefriansyah.

Duduki Ruang Rapat DPRD, Massa Bertahan Tunggu Hasil Angket Wali Kota Siantar hingga Malam
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Seorang dari massa berdiri di atas meja ruang rapat Pansus Angket menuntut pelengseran Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor di Gedung DPRD Siantar, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket tentang dugaan penistaan Suku Simalungun oleh Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor sempat ricuh.

Kericuhan ini terjadi lantaran Pansus Hak Angket belum memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian selama satu bulan. Padahal, hari ini merupakan hari terakhir untuk penelitian.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei menuntut legislatif segera menentukan sikap untuk pelengseran Hefriansyah dari kedudukanya sebagai Wali Kota Pematangsiantar.

Massa pun menduduki ruang rapat internal Pansus Angket. Saat pertemuan tersebut, massa terus berteriak pelengseran Hefriansyah. Pertemuan ini sempat berlangsung tegang, Rabu (25/7/2018).

Amatan tribun-medan.com, Ketua Pansus Angket, Oberlin Malau dari Fraksi Gerindra memutuskan meminta waktu hingga pukul 19.00WIB. Waktu tersebut merupakan waktu maksimal untuk menentukan sikap.

"Kami minta sekitar pukul 19.00wib malam. Tapi, itu maksimal, bisa saja pukul 16.00wib selesai. Selesai rapat kita akan sampaikam hasil ke pak ketua. Kami tak bekerja tanpa intervensi,"ujar Anggota Pansus Angket Asrida Sitohang dari Fraksi Demokrat di depan massa.

Massa yang mendengar hal tersebut memilih menunggu seperti kesepakatan. Sebagian mereka pergi meninggalkan ruangan. Ketua aksi dari Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei, Poltak Sinaga mengharapkan hasil rapat mereka sesuai dengan yang diiinginkan.

"Ini sudah satu bulan. Semestinya sudah rampung. Tapi, kami percaya pada Pansus Angket,"katanya.

Diketahui, ratusan orang ini yang didominasi kaum ibu dan bapak-bapak ini melakukan aksi dengan berjalan sepanjang 2 kilometer sebelum menuju Gedung DPRD Siantar.

Mereka menilai Hefriansyah yang menjabat Walikota sejak Agustus 2017 menggantikan Hulman Sitorus yang meninggal dunia tidak memerhatikan kearifan budaya Simalungun.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved