Oberlin Sebut Hasil Pansus Angket Wali Kota Siantar 'Keras'! Serahkan Keputusan ke 30 Dewan

Ketua Pansus Hak Angket, Oberlin Malau dari Fraksi Gerindra membeberkan sedikit tentang hasil penyelidikan.

Oberlin Sebut Hasil Pansus Angket Wali Kota Siantar 'Keras'!  Serahkan Keputusan ke 30 Dewan
Tribun Medan / Royandi
Oberlin Malau, Ketua Pansus Hak Angket untuk Wali Kota Siantar, Hefriansyah Nor. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Panitia Khusus (Pansus) Angket DPRD Siantar telah selesai merangkumkan hasil penyelidikan atas dugaan penistaan Suku Simalungun yang dilakukan Wali Kota Siantar, Hefriansyah Nor.

Pansus telah menyerahkan ke pimpinan dewan untuk di bawa ke rapat Paripurna.

Hasil kerja Pansus pun belum dapat dipublikasi sebelum paripurna.

Namun, Ketua Pansus Hak Angket, Oberlin Malau dari Fraksi Gerindra membeberkan sedikit tentang hasil penyelidikan.

Oberlin mengatakan tim Pansus menyimpulkan hasil penyelidikan "keras". Saat disinggung apakah kata "Keras" ini berarti Hefriansyah terbukti menistakan Suku Simalungun?

"Hasilnya Keras. Udah bisalah kau simpulkan itu," kata Oberlin saat bertemu di Gedung DPRD Siantar, Kamis (26/7/2018).

Oberlin mengatakan sudah menampung seluruh aspirasi massa dari Sapangambei Manoktok Hitei. Ia melempar hasil tersebut ke seluruh anggota dewan atau 30 orang.

"Kan di paripurnakan lagi. Kita serahkan ke mereka (voting). Terpenting, kami sudah selesai bekerja dan tak lewat jamnya. Gak lagi kami yang dikejar-kejar," katanya.

Jika dalam alur Hak Angket Hefriasnyah terbukti menistakan Suku Simalungun dan disetujui oleh dewan saat paripurna, maka berkas tersebut akan dibawa ke Mahkamah Agung (MA). Lalu, MA yang memutuskan hal tersebut.

Jika merujuk sebulan yang lalu, sebanyak 26 anggota dewan setuju pembentukan Pansus Hak Angket.

Seperti diketahui, demo menuntut Hefriansyah mundur berlangsung ricuh.

Ratusan orang menggeruduk masuk ke kantor DPRD Siantar dan membakar dua ban tepat di depan pintu. Polisi terus berjaga dan mengawal rapat Pansus hingga malam hari.

Massa menilai Hefriansyah tak memberikan ruang untuk budaya Simalungun dalam kegiatan-kegiatannya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved