Anak Pedagang Lontong Lulus Paskibraka, Ibunya Siap Menonton dan Berharap Hal Ini

Suci Izdihar Hulwa asal SMAN 6 Pematangsiantar dan Lucas Alexaindre Siburian asal SMAN 1 Kota Medan.

Anak Pedagang Lontong Lulus Paskibraka, Ibunya Siap Menonton dan Berharap Hal Ini
Ist
Suci Izdihar Hulwa saat mengenakan pakaian sekolah, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sebanyak 68 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) nasional telah terpilih. Putra dan putri terbaik dari 34 provinsi se-Indonesia itu telah menjalani pendidikan latihan (Diklat) PP PON Kementerian Pemuda dan Olahraga Cibububur, Jakarta Timur.

Orang tua Suci Izdihar Hulwa saat ditemui di rumahnya di Jalan Voli, Kota Siantar, Jumat (27/7/2018).
Orang tua Suci Izdihar Hulwa saat ditemui di rumahnya di Jalan Voli, Kota Siantar, Jumat (27/7/2018). (TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG)

Sebanyak 68 siswa SMA ini akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus nanti.

Provinsi Sumatera Utara mengantarkan dua petugas Paskibraka yakni Suci Izdihar Hulwa asal SMAN 6 Pematangsiantar dan Lucas Alexaindre Siburian asal SMAN 1 Kota Medan.

Suci Izdihar Hulwa anak ke dua dari tiga bersaudara. Ayahnya Abdi Mujiono dan ibunya Zainimar merupakan seorang pedagang yang membuka warung sarapan pagi lontong dan nasi.

Saat ditemui di rumahnya di Jalan Volly Siantar, Zainimar sedang sibuk menggoreng sambal di warungnya. Mulai pagi, Ia bersama suaminya, sudah sibuk menghidangkan makanan. Zainimar mengaku bangga dan terkejut putri satu-satunya itu dapat lolos di tingkat nasional.

"Saya berpikir anak saya ini hanya lulus di tingkat provinsi. Makanya, saya terkejut bisa sampai lolos di tingkat nasional," ujarnya, Jumat (27/7/2018).

Zainimar menceritakan putrinya yang sering membantunya berjualan ini memiliki keinginan kuat menjadi seorang Paskibraka. Bahkan, selama seleksi, Suci sering melakukan aktifitas push up setiap pagi dan sore hari.

"Awalnya saya larang, karena memang saya lihat begitu lelah dia. Selama tiga bulan, setiap hari pulang malam, mandi, makan dan langsung tidur. Gak ada waktu lagil mambantu jualan,"ujar ibu yang mengenakan jilbab ini.

Namun, Zainimar memiliki harapan anaknya dapat membawa baki bendera pusaka dalam upacara kemerdekaan RI ke 73.

"Saya sudah siap-siap nonton nanti di 17 Agustus nanti. Semoga Suci bisa bawa baki, biar bertatap muka dengan presiden,"harapnya.

Suci yang merupakan anak dari pasangan Jawa dan Minang ini memiliki keinginan untuk menjadi seorang polisi.

"Dia hobinya basket, tapi kalau di Siantar kan lapangan basket sedikit. Dia memang ingin nanti tamat SMA melamar untuk menjadi Polwan," ujarnya.

Suci merupakan siswa Kelas XI IPS SMAN 6 Pematangsiantar. Suci yang memiliki tinggi 169 cm meraih ranking empat di sekolah.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved