Menohok Pesan TGB untuk Orang yang Berteriak Atas Nama Agama, Hingga Sebut Bukan Perang Badar

TGB mengimbau masyarakat menjaga keutuhan umat dan NKRI dengan tidak membiarkan siapapun berteriak destruktif yang dapat memecah belah umat.

Menohok Pesan TGB untuk Orang yang Berteriak Atas Nama Agama, Hingga Sebut Bukan Perang Badar
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Zainul Majdi atau sapaan akrabnya Tuan Guru Bajang (TGB) mengimbau masyarakat menjaga keutuhan umat dan NKRI dengan tidak membiarkan siapapun berteriak destruktif yang dapat memecah belah umat.

Hal itu disampaikan TGB dalam sambutannya pada Konferensi Internasional Moderasi Islam dengan tema Moderasi Islam dalam Persfektif Ahlussunnah Wal Jama'ah yang digelar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/7/2018) hingga Sabtu (28/7/2018). 

"Jangan kita biarkan orang-orang yang tidak memiliki otoritas yang memadai untuk bicara tentang Islam, berteriak di mana-mana mengatasnamakan Islam. Mari kita suarakan suara Al Azhar. Mari kita suarakan ahlussunnah wal jama'ah. Karena dengan suara itu, keutuhan kita sebagai bangsa dan sebagai umat akan terjaga,” jelasnya disambut tepuk tangan peserta konferensi.

Sejumlah ulama ternama dari berbagai negara yang merupakan alumni Al Azhar menghadiri konferensi internasional itu.

Mereka di antaranya mantan rektor Universitas Al Azhar Prof Dr Ibrahim Hud Hud, Imam Besar Masjid Syaikh Abdul Qodir Jaelani Baghdad Irak Dr Anas Mahmud Kholaf, dan Dosen Ushul Fiqh & Alumni Al Azhar Al Syarif asal Suriah Dr Muhammad Darwis.

TGB yang juga gubernur NTB juga menyoroti kondisi sejumlah negara Islam, termasuk di Suriah dan Irak.

Menurutnya, negara-negara itu terus berkonflik karena hilangnya moderasi Islam yang digantikan oleh pandangan-pandangan ekstrem.

Hal itu kemudian menyebabkan terbelahnya umat Islam.

“Kita mendengar ada seruan seruan jihad di Suriah. Apa buah dari seruan-seruan itu? Buahnya hanya satu, kehancuran peradaban yang dibangun dari satu pondasi ke pondasi lainnya...seketika bangunan peradaban yang kokoh itu hancur lebur, karena permusuhan, kebencian, dan peperangan. Pelajaran yang sangat mahal," ujar TGB.

Sebelumnya, Ibrahim Hud Hud dalam sambutannya mengatakan, Al Azhar mencetak pelajar yang mampu menghargai perbedaan dan mengusung moderasi Islam.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help