Liputan Eksklusif

Politisi Kutu Loncat Suka Pindah Partai, Godfried Akui Tak Loyal, Nurhajizah Pamit ke Wiranto

Lompat pagar. Kutu loncat. Istilah ini disematkan kepada politisi yang kerap pindah dari satu partai politik ke partai politik lainnya.

Politisi Kutu Loncat Suka Pindah Partai, Godfried Akui Tak Loyal, Nurhajizah Pamit ke Wiranto

MEDAN, TRIBUN-Lompat pagar. Kutu loncat. Istilah ini disematkan kepada politisi yang kerap pindah dari satu partai politik ke partai politik lainnya pada saat musim pengajuan calon legislatif, seperti saat ini.

Beberapa contoh politisi hijrah ke partai lain adalah Godfried Effendi Lubis, Landen Marbun, hingga Nurhalizah Marpaung, Wakil Gubernur Sumut yang baru saja habis masa tugasnya pada 17 Juni lalu.

Godfried Effendi Lubis, contoh terbaik dari politisi kutu loncat. Ia lima kali pindah partai politik.

Pada Pemilu 2014, Godfried kader Partai Gerindra dan mengantarkannya duduk di DPRD Kota Medan. Pada pemilu 2009, Godfried Efendi Lubis duduk di DPRD Medan dari Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI).

Namun jelang Pileg 2014, ia melompat ke Gerindra. Sebelumnya, ia pun pernah bergabung di Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Saat proses pengajuan calon legislatif jelang Pemilu 2019, ia hijrah ke Partai Perindo. Ia kembali menjadi calon legislatif DPRD Kota Medan daerah pemilihan Medan-1 yang meliputi Amplas, Medan Area, Kota dan Medan Denai.

"Banyak anggapan saya tidak loyal di Gerindra? Iya betul. Saya akui. Gini, saya bukan soal loyal. Saya bukan anak kemarin bermain di partai politik. Artinya, jujur saja, kalau di Gerindra masih dianggap pemula silahkan saja," ujar Godfried Effendi Lubis saat berbincang kepada Tribun Medan/Tribun-Medan.com, belum lama ini.

Contoh lain politisi kutu loncat adalah Landen Marbun. Dia sudah enam kali masuk-keluar parpol. Awal sekali di Golkar. Lalu jadi anggota DPRD Medan pada periode pertamanya (1999-2004) dari Partai Bhinneka Tunggal Ika (PBI), periode 2004-2009 pindah ke Partai Patriot, periode 2009-2014 berikutnya pindah ke Partai Damai Sejahtera (PDS), dan 2014-2019 anggota dewan dari Hanura.

Pada Pilkada 2019, pindah lagi ke Nasdem.

Ada lagi contoh politisi kutu lontat. Bangkit Sitepu anggota DPRD Kota Medan dari Partai Hanura. Ia telah duduk empat periode di DPRD dari 3 partai berbeda yakni Golkar (Pemilu 1990 dan 2004), Patriot (pemilu 2009), dan Hanura (Pemilu 2014). Pemilu 2019, Bangkit tetap maju dari Hanura, dan ia menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Medan.

Halaman
1234
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved