Musnahkan Sabu, Ganja dan Ekstasi, Kapolda Beber Modus Baru Penyelundupan Narkoba

Polda Sumut berhasil menindak 23 kasus penyalahgunaan narkotika golongan satu dengan 40 tersangka laki-laki dan 2 tersangka wanita.

Musnahkan Sabu, Ganja dan Ekstasi, Kapolda Beber Modus Baru Penyelundupan Narkoba
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Polda Sumut musnahkan sabu, ganja dan ekstasi di Mapolda Sumut 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut memusnahkan narkoba jenis sabu, ganja dan ekstasi di depan Direktorat Narkoba Polda Sumut, Selasa (31/7/2018).

Pengungkapan kasus ini merupakan tangkapan periode April-Juli 2018.

Polda Sumut berhasil menindak 23 kasus penyalahgunaan narkotika golongan satu dengan 40 tersangka laki-laki dan 2 tersangka wanita. Berhasil disita barang bukti 115 kilogram sabu dan 74 kilogram ganja dan 300 butir pil ekstasi.

Seluruh narkotika yang disita dalam kurun waktu tiga bulan itu, akhirnya dimusnahkan dengan cara direbus untuk sabu dan ekstasi sedangkan ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Banyaknya narkoba yang disita oleh Ditresnarkoba Polda Sumut tersebut, membuktikan Sumatera Utara masih menjadi pangsa pasar pendistribusian narkoba baik jaringan nasional maupun internasional.

Terkait semakin hari semakin banyaknya kasus yang terungkap, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku sangat prihatin disamping adanya keberhasilan juga ada keprihatinan, karena masih banyaknya orang yang terjebak dalam lembah kelam narkoba.

"Kepribadiannya kami sudah berusaha menindak tegas terhadap para pelaku narkoba terutama jaringan internasional. Tapi disatu sisi pasar tampaknya merupakan jawaban. Karena di kampung-kampung masih banyak pengaduan masyarakat, bahwa masih ada beredar bungkusan-bungkusan narkoba jenis sabu, ganja dan ekstasi," kata Paulus, Selasa (31/7/2018)

Paulus juga berharap pemerintah punya kepedulian yang kuat untuk membatasi masuknya orang dari negara lain terutama memperketat penjagaan di perbatasan. Karena kalau hanya mengandalkan Polri dan BNN saja sepertinya tidak akan cukup, karena masih memiliki keterbatasan.

"Kami bisa mengungkap yang kategori jaringan Internasional dan jumlah kuantitas cukup banyak. Tapi kategori pengguna jumlahnya saat ini cukup banyak, itu menjadi masalah karena Lembaga Pemasyarakatan sudah 90 persen dikuasai atau dihuni oleh pengguna dan pengedar narkoba," ungkap Paulus.

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved