Sopir Angkot Mengaku Dipijak-pijak, Usai Ditampar Berulang Kali Oleh Anggota Paskibraka

"Setelah aku ditampar, aku coba lari dari kepungan mereka, aku diserang lagi, pas di tengah jalan aku dipijak-pijak,"

Sopir Angkot Mengaku Dipijak-pijak, Usai Ditampar Berulang Kali Oleh Anggota Paskibraka
Tribun Medan
Jodesman Silalahi menunjukan Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) ke Polres Siantar di rumahnya di Jalan Ulakma Sinaga, Selasa (31/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Jodesman Silalahi (24) sopir angkutan umum Sinar Beringin yang dikeroyok anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Siantar masih merasakan sakit di bagian kepala.

Saat ditemui tribun-medan.com/Harian Tribun Medan di rumahnya di Jalan Ulakma Sinaga Siantar Selasa (31/7/2018), Jodesman sedikit mengerang kesakitan. Ia juga sesekali memegang perutnya.

Jodesman masih mengingat betul siapa saja yang mengeroyoknya dengan saat kejadian di Jalan Merdeka Siantar, Sabtu (28/7/2018) sore kemarin.

Jodesman juga membantah jika ia hanya ditampar sekali saat itu. Bahkan, Jodesman mendapatkan tindakan brutal.

Pria yang sudah cukup lama bekerja sebagai supir angkot ini menerima hujanan dari kaki dan tangan anggota Paskibra sekitar lebih dari 10 orang.

Paskibra Pematangsiantar keroyok supir angkot, Sabtu (28/7/2018)
Paskibra Pematangsiantar keroyok supir angkot, Sabtu (28/7/2018) (Facebook)

Baca: Detik-detik Paskibra Pematangsiantar Keroyok Sopir Angkot dan Tendang Perempuan, Lihat Videonya. .

Baca: Kisah Kelam Paskibra Pematangsiantar, Gagal Naikkan Bendera Hingga Keroyok Supir Angkot

"Setelah aku ditampar, aku coba lari dari kepungan mereka (anggota Paskibra). Ketika aku lari sampai aku diserang lagi, pas di tengah jalan aku dipijak-pijak dan ditonjok oleh 10 orang berkaus putih dengan celana training," ujarnya.

Jodesman memastikan yang menunjangnya saat itu merupakan anggota Paskibra yang masih berstatus sekolah. Namun, yang menamparnya saat itu merupakan senior dari Paskibra.

"Setelah aku dipijak di tengah jalan, aku mau mendatangi mereka, tapi warga di sana menyuruh aku lari. Aku pun lari menggunakan angkot," tambahnya.

Pelajar Paskibra menangisi situasi yang menimpa mereka usai gagal mengibarkan merah putih pada kesempatan pertama di Kota Siantar
Pelajar Paskibraka menangisi situasi yang menimpa mereka usai gagal mengibarkan merah putih pada kesempatan pertama di Kota Siantar (TRIBUN MEDAN/ ROYANDI HUTASOIT)

Jodesman yang mengaku trauma langsung kabur menghindar menuju Pasar Horas Siantar. Dari sana, ia menumpang sebuah mobil untuk pulang ke rumah.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved