PKB Bisa Tak Usung Jokowi Lagi, Berikut Alasannya!

Muhaimin bakal menemui para kiai untuk menentukan arah koalisi di Pilpres 2019 mendatang.

PKB Bisa Tak Usung Jokowi Lagi, Berikut Alasannya!
Presiden Jokowi dan Ketua Umum MUI K.H. Maruf Amin melakukan peletakan batu pertama Menara MUI di Jakarta, Kamis (26/7). (Foto: Humas/Oji). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Presiden Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019 mendatang bisa berubah haluan dalam waktu dekat.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid menyebut, sikap PKB tersebut bisa terjadi bila para ulama yang bakal ditemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak memberi restu.

"Karena Cak Imin (Muhaimin) mendapat mandat dari para ulama, (arah koalisi) bisa berubah. Namanya juga mandat," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Ia menjelaskan, pada akhir pekan ini, Muhaimin bakal menemui para kiai untuk menentukan arah koalisi di Pilpres 2019 mendatang.

Bukan hanya itu, Jazilul mengemukakan, hingga saat ini para kiai memberi mandat agar Muhaimin menjadi calon wakil presiden.

Ketika ditanya apakah nanti para kiai tetap merekomendasikan PKB untuk mengusung Jokowi meskipun Muhaimin tak menjadi cawapres, ia mengatakan, hal itu masih akan dibahas dan belum bisa dijawab.

"Kami selesaikan satu-satu, dari koalisi sampai tanggal pendaftaran. Kita lihat nanti," lanjut Jazilul.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018). (KOMPAS.com/Ihsanuddin).

Muhaimin dijadwalkan bertemu dengan para kiai untuk meminta masukan terkait koalisi di Pilpres 2019, Sabtu (4/8/2018).

Pertemuan dengan para kiai bertujuan untuk menyatukan langkah PKB dengan mandat yang diberikan para kiai kepada Muhaimin.

Jokwi Minta Politik Merangkul 

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help