Viral Medsos

Begini Klarifikasi Sang Putri dan Abangnya seusai Viral Video Pengakuan Ibu Ditelantarkan di Bali

Si Ibu menyebutkan putrinya menikah diam-diam dengan seorang turis asing, bule. Menikah tanpa beritahu dirinya...

Begini Klarifikasi Sang Putri dan Abangnya seusai Viral Video Pengakuan Ibu Ditelantarkan di Bali
Kolase Video
Seorang ibu asal Medan menangis di Bali karena ditelantarkan 

TRIBUN-MEDAN.com - Ratapan dan tangisan perempuan itu menyita perhatian orang-orang yang berseliweran di jalanan di Bali.

Perempuan tersebut, dalam ratapannya menyebutkan dirinya ditelantarkan putrinya. Jauh-jauh datang dari Kota Medan, Sumatera Utara tapi tidak diacuhkan sesampainya di Bali.

Klaim tersebut pun membuat warga yang berseliweran bersimpati pada si ibu. Mencoba menenangkannya lantaran raungan si ibu tak kunjung henti.

Kejadian ini pun direkam dan diunggah oleh akun bernama Andre di lini media sosial, Facebook. 

Menjadi viral lantaran dibagikan banyak akun. Mayoritas warga internet bersimpati pada si ibu dan berharap agar putri si ibu terketuk hatinya. Menjemput si ibu bukan malah menelantarkannya di jalanan kota yang asing baginya.

Lantas bagaimana perkembangan kejadian tersebut?

Baca: Tak Disangka, Sule Akui Terpancing Emosi atas Statemen Shandy Aulia, Foto Screenshot Direct Message

Baca: Ratapan Sang Ibu lantaran Putrinya Menikahi Bule Diam-diam, Jauh-jauh dari Medan ke Bali

Baca: Nikita Mirzani Akhirnya Ungkapkan Alasan yang Membuat Dirinya Memutuskan Menikah dengan Dipo Latief

Baca: Resmi Bertunangan, Begini Potret Masa Lalu Calon Istri Denny Sumargo, Dita Soedarjo

Baca: 5 Objek Wisata Hutan Pinus Paling Cantik yang Ada di Indonesia, Kamu Bisa Puas Berfoto

Baca: 10 Revisi Lowongan CPNS 2018, Profesi Guru Jadi Prioritas Utama Rekrutmen

Endie Surya Wijaya, seorang warga Bali dan saksi kejadian menuturkan kepada Tribun-Medan.com, saat ia baru saja pulang dari kantor sehabis bekerja, di tengah jalan, ia melihat kerumunan banyak orang yang tengah mengerubungi seorang perempuan yang sedang menangis terduduk, sesekali berteriak-teriak.

Tak berselang lama, intelijen Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta yang sedang patroli, berhenti di lokasi.

Intel dari Kodam juga turut ke lokasi.

Mereka berupaya menenangkan si ibu sembari mencari tahu musabab kejadian.

Setelah ditelisik lebih jauh ternyata ada miskomunikasi antara si ibu dengan putrinya berinisial RY. 

Kata Endie, dari penjelasan abang kandung RY, Suwarno, sejak tiba di Bandara Ngurah Rai, si ibu memang tidak mau turun dari pesawat dan juga tidak mau istirahat di hotel.

Ibunya langsung berteriak-teriak menyatakan keinginan untuk segera bersua putrinya, RY.

Namun tangisan si ibu semakin kencang karena malam itu handphone RY tidak bisa dihubungi. 

"Setelah saya bincang dan duduk di depan ibu itu, saya tanya apa keinginan ibu dan abang kandungnya (Suwarno Royanto)?"

"Setelah sepakat dengan keinginannya, saya suruh Royanto memanggil bapaknya yang sudah berjalan terlebih dahulu menuju hotel, karena bagaimanapun juga keputusan ada di suaminya," ungkap Endie Surya.

"Akhirnya si ibu pun mau bergerak dan mereka langsung meluncur ke hotel via taksi," lanjut Endie.

Endie menuturkan, semua masalahnya sudah selesai pada pukul 01.28 Wita dini hari.

"Hanya terdapat miskomunikasi antara anak si RY dan orangtua," ujar Endie Surya Wijaya saat dihubungi Tribun-Medan.com via telepon selular, Minggu (5/8/2018).

"Dan pagi itu pula pada pukul 02.15 Wita anak perempuan dan ibunya sudah bertemu. Si ibu sudah dipeluk dan anak sudah meminta maaf kepada kedua orangtuanya. Esoknya sekitar pukul 11.40 Wita pagi, sudah dilakukan pernikahan di KUA Tuban, yang turut dihadiri keluarga perempuan tersebut. Jadi semua sudah clear," lanjutnya.

Sementara itu, Suwarno Royanto, abang kandung RY (32) menceritakan awal mereka tiba di Bali dari Kota Medan, Sumut,  Kamis (2/8/2018).

Sebelum berangkat dari rumahnya di kawasan HM Yamin, Medan, mereka sudah komunikasi dengan RY untuk menjemputnya di Bandara Ngurah Rai.

"Nah, tak taunya, sampai di Bali, si RY tidak ada waktu untuk menjemput langsung ke bandara. Dari tempatnya bekerja ke bandara memakan waktu setidaknya 1 jam. Diusulkanlah nginap di hotel dulu sembari dia datang menjemput," kata Royanto.

Setelah ditunggu-tunggu tidak datang, akhirnya ibunya histeris, apalagi setelah handphonenya yang dihubungi juga tidak aktif.

Setelah kejadian itu, sekitar pukul 02.00 dini hari, barulah RY datang ke hotel dan bertemu.

Esok harinya, Jumat (3/5/2018) pagi, bersama-sama ke KUA melangsungkan akad nikah RY dan pria bule yang menikahinya.

"Saya, ayah, ibu, adik saya (RY) dan juga suaminya bule itu sudah berkumpul."

Orangtua/keluarga RY asal Solo, Jawa Tengah yang pindah ke Medan, Sumut.

"Soal video viral di media sosial, biarlah itu jalan menuju kebahagiaan, buat berkah di pernikahan adik saya. Jadi keluarga sakinah, mawadah dan warrohmah."

Sementara itu, RY yang menikahi pria bule tersebut  cuma berkomentar singkat, bahwa apa yang viral di media sosial tidak benar adanya. 

"Itu sama sekali tidak benar," kata RY singkat kepada Tribun-medan.com.

Yang dimaksud RY, bahwa tidak benar dirinya menelantarkan ibu kandungnya.

Kilas Balik Viral Video Ibu Ngaku Ditelantarkan

Sebelumnya dunia maya dihebohkan oleh video seorang ibu yang menangis hingga meraung-raung.

Si ibu diduga ditelantarkan oleh putrinya yang menikah di Bali. Sontak saja, video ini menjadi viral di media sosial

Video ini pertama kali dibagikan akun Facebook bernama Andre pada Jumat (3/8/2018).

Video ini memang dibagikan netizen.

Dalam video tersebut seorang ibu meraung-raung menangis di tepi jalan sebuah gang.

Ibu yang mengaku dari Kota Medan, Sumatera Utara ini mengutarakan bahwa dia ditelantarkan anaknya.

Padahal dia datang jauh-jauh dari Kota Medan untuk melihat anaknya menikahi pujaan hatinya, yang merupakan seorang lelaki Bule di Bali.

Namun saat sampai di Bali, ibu tersebut mengisahkan bahwa anaknya tersebut tak mau menemuinya.

Hal ini pun membuat dia menangis menjadi-jadi di pinggir jalan sebuah gang di Bali.

Suara tangisan ibu tersebut pun menarik perhatian warga.

Warga pun berkumpul dan mencoba menenangkan si ibu.

Seorang perempuan muda pun mencoba mengajak si ibu untuk tenang seraya merangkulnya.

Bukannya tenang, si ibu semakin menjadi-jadi tangisannya.

 Apalagi melihat perempuan yang menenangkan dirinya masih muda.

Dalam tangisnya, ibu ini mengutarakan dia hanyalah seorang penjual jamu di Kota Medan, dan dia menyekolahkan anaknya hingga tamat kuliah, namun perlakuan anaknya sangat miris kepadanya.

"Ibu sekolahkan dia, ibu cuma tukang (penjual) jamu. Ibu sudah kuliahkan dia," kata ibu itu sambil memeluk seseorang yang memakai helm.

Dengan terus menangis, ia bercerita pada warga yang mengerumuninya, dia mengutarakan bahwa dia tidak mengerti kenapa anak-anaknya berdusta kepadanya.

Seseorang pun terdengar menawarkan bantuan pada ibu tersebut untuk mengantar ke rumah anaknya.

Namun Ibu tersebut tidak memiliki alamat pasti rumah anaknya lantaran anaknya tidak mau memberikan. 

Dari yang disampaikan orang-orang yang ada di dalam video, anak ibu ini bekerja di SPA di daerah Canggu, Bali.

Bahkan sekadar berkomunikasi melalui telepon saja anak ibu tersebut tidak mau.

"Bohong dia itu, dia sama adeknya di situ, sudah kerja sama mereka," tangis ibu tersebut.

Saat ditenangkan, ibu ini pun kembali meminta tolong kepada warga sekitar untuk dipertemukan dengan anaknya.

"Adek kan juga perempuan, mudah-mudahan adek tidak merasakan seperti ibu. Tolong ibu dek," ujarnya memegang kedua tangan perempuan yang coba menenangkannya itu.

Saat ditawari supaya menginap di hotel dulu, seraya mencari tahu keberadaan anaknya, ibu ini pun kembali menangis dan menolak tawaran tersebut.

"Ngak usah dek. Biar aja saya di sini, nggak ketemu. Biar dia tahu, dia memang nggak nyesal lagi, dia lebih memilih bule itu dari pada mamaknya," ujarnya dalam sedu sedan tangisannya.

Berikut keterangan lengkap pada unggahan tersebut:

"MIRIS! JAUH - JAUH DARI MEDAN DATANG KE BALI, IBU INI MALAH TIDAK DI AKUI OLEH ANAKNYA (emoji).

Ibu ini jauh jauh dari Medan ke Bali hanya untuk bertemu anaknya yang akan menikah dengan seorang bule. Tapi sesampainya ibu ini di Bali, anak nya malah tidak mau menemui ibunya karena malu mengakui ibunya.

Anak yang ia besarkan dengan susah payah mengkuliahkan anaknya sampai sarjana dengan berjualan jamu keliling namun apa mau di kata, anaknya sama sekali tidak mau walau hanya sekedar berkomunikasi dengan telfon.

Semoga ini menjadi pelajaran untuk anak perantauan. Tidak ada kesuksesan tanpa doa dari orang tua!".

Foto Hendry.

Foto Hendry.

 

Postingan ini telah menyedot perhatian pengguna media sosial dan dibagikan ribuan kali, meski baru diunggah beberapa jam.

Selain itu, postingan itu telah mendapat ribuan komentar dari pengguna Facebook. (*)

(*/Atum/Roy/Tribun-medan.com)

Penulis: Abdi Tumanggor
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved