Desak Pengakuan Hak, Masyarakat Adat Dari Belantara Temui Presiden Jokowi di Istana

Mereka kompak menyatukan kekuatan dan akan menemui Presiden Jokowi di istana negara

Desak Pengakuan Hak, Masyarakat Adat Dari Belantara Temui Presiden Jokowi di Istana
Tribun Medan
Perwakilan Masyarakat Adat empat Kabupaten se-Kawasan Danau Toba berkumpul di Sopo Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak di Jalan Cornel Simanjuntak, Balige, Tobasa, Selasa (7/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA-Perwakilan masyarakat adat empat Kabupaten se-Kawasan Danau Toba berkumpul di Sopo Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak di Jalan Cornel Simanjuntak, Balige, Tobasa, Selasa (7/8/2018).

Mereka kompak menyatukan kekuatan dan akan menemui Presiden Jokowi di Istana Negara untuk menindaklanjuti janji pengembalian hak ulayat mereka yang selama ini masuk klaim hutan negara dan konsesi PT Toba Pulp Lestari.

Mereka merupakan perwakilan dari masyarakat adat empat kabupaten pemilik ulayat adat yang tanahnya diduga diserobot.

Keberangkatan perwakilan itu didampingi AMAN tano Batak yang dikordinir Ketua Badan Pengurus Harian (BPH), Roganda Simanjutak.

Seragam mengenakan ulos pakaian adat Batak, berangkat dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Roganda Simanjutak menjelaskan poin-poin yang akan disampaikan ke Presiden Jokowi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.

Usulan hutan adat 2016 yang pernah mereka ajukan agar segera ditindaklanjuti Pemerintah.

Kata Roganda, pada 2016 lalu ada 11 hutan adat yang diusulkan agar dilepaskan dari klaim hutan negara dan konsesi PT TPL.

Namun, satu dari usulan tersebut sudah dilepas yakni Pandumaan Sipitu Huta, Humbang Hasundutan.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved