Berpenampilan bak Adolf Hitler, Cara Pria ini Menuntut Janji Pemerintah

Ia bahkan mengangkat tangan dan menyampaikan salam Nazi kepada media pada hari Kamis (9/8/2018) lalu.

Berpenampilan bak Adolf Hitler, Cara Pria ini Menuntut Janji Pemerintah
Naramali Sivaprasa

TRIBUN-MEDAN.com - Jika kebanyakan orang menyampaikan ketidaksepahaman pendapat dengan cara berdemonstrasi, maka berbeda dengan pria satu ini.

Seorang anggota legislatif di India ini tiba-tiba muncul di Kantor Perlemen dengan berdandan layaknya seorang pemimpin kelompok Nazi, Adolf Hitler.

Ia bahkan mengangkat tangan dan menyampaikan salam Nazi kepada media pada hari Kamis (9/8/2018) lalu.

Tampil dengan kumis khas bulu sikat gigi dan mantel berwarna khaki, lengkap dengan simbol swastika di saku dan lengannya.

Bukan tanpa alasan Naramali Sivaprasa berdandan seperti itu. Ia merasa pemerintah tidak adil karena kurang memperhatikan negaranya di India Selatan.

Dia juga mengeluhkan janji Perdana Menteri India Narendra Modi yang hingga saat ini belum ditepati. Yakni, menyediakan dana tambahan untuk pengembangan negara bagiannya di Andhra Pradesh.

Dia mengatakan bahwa, kedatangannya ke kantor parlemen bertujuan untuk mengirim pesan kepada PM Modi agar tidak mengikuti jejak kepemimpinan Hitler.

"Dia tidak tergerak sedikitpun melihat permintaan rakyat, dan saya ingin mendesaknya untuk tidak menjadi seperti Hitler," katanya.

Sementara itu di sisi lain, pemerintahan Modi menolak tuduhan itu.

Sebagai protes, kelompok regional Sivaprasa yang tergabung dalam Partai Telugu Desam, memutuskan hubungan dengan pemerintah Modi pada bulan Maret lalu.

Tapi sayangnya mereka itu gagal saat mencoba menjatuhkan pemerintah Modi melalui mosi tidak percaya bulan lalu di Parlemen.

Penampilannya yang mencolok itu tidak memicu protes dari legislator. Apalagi Sivaprasa memang sering berpenampilan berbeda-beda.

Seperti seorang petani, penggembala ternak, seorang ulama Muslim dan seorang wanita untuk menekan berbagai masalah.

Hitler saat ini masih menjadi figur daya tarik di India. Karena di sana, pria itu dilihat bukanlah sebagai diktator, melainkan pemimpin yang kuat.

Bukunya, "Mein Kampf," dapat ditemukan di banyak toko buku, dan salinan bajakan banyak dijual di jalanan New Delhi dan kota-kota besar lainnya.

(cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help