Memotivasi dan Mengenalkan Rukun Islam yang Kelima, Ribuan Siswa YPSA Ikuti Praktik Manasik Haji

Tujuan kita melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan ridho dan keampunan dari Allah SWT. Ibadah Haji ini tempat umat Islam

Memotivasi dan Mengenalkan Rukun Islam yang Kelima, Ribuan Siswa YPSA Ikuti Praktik Manasik Haji
IST
Pelaksanaan praktik Manasik Haji 1439 H tahun 2018 siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA Shafiyyatul Amaliyyah di lapangan Sport Centre Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (11/8/18). 

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN - Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty mengungkapkan, ibadah haji ini bukan ibadah yang gampang, tapi sangat berat. Bukan hanya siap dari segi fisik dan finansial, tapi kita harus siap juga dari segi spritual.

“Tujuan kita melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan ridho dan keampunan dari Allah SWT. Ibadah Haji ini tempat umat Islam berkumpul dari segala penjuru negeri oleh karena itu bersyukurlah umat Islam yang dapat memenuhi panggilannya. Disinilah tempat kita untuk meminta ampunan dan lebih bertawaduk,” ujarnya dalam sambutan saat membuka pelaksanaan praktik Manasik Haji 1439 H tahun 2018 siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA Shafiyyatul Amaliyyah di lapangan Sport Centre Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (11/8/18).

Ia menambahkan, kita harus mengetahui rukun ibadah haji dan menaati pantangan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam ibadah ini. Yang paling utama adalah bagaimana sikap kita sepulang dari ibadah haji.

Baca: Gaji Honorer Tiga Bulan Tak Dibayar Akibat Klaim BPJS RSUD Pirngadi Tak Kunjung Cair

"Manasik haji diperlukan guna memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci. Manasik haji sangat bermanfaat bagi para calon jamaah haji, karena setelah melaksanakan manasik haji, para calon jamaah haji akan dapat memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat melakukan ibadah haji nantinya. Para calon jamaah haji juga mempelajari budaya, bahasa, dan kondisi alam di Arab Saudi," ujarnya lagi.

Menurutnya, manasik haji bagi anak adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji bagian bagian tertentu yang bisa dipraktikkan oleh anak terkait dengan keterbatasan yang dimiliki anak. Namun begitu harapannya makna yang terdapat dalam ibadah haji dapat terpahami dengan baik dan terus bertumbuh semangatnya sehingga ibadah haji menjadi salah satu visi hidupnya.

Dalam pelaksanaan manasik haji anak, meskipun tidak semua rukun dijalankan tetapi berusaha semirip mungin dengan kondisi sesungguhnya saat ibadah haji terutama dari pakaian. Dari segi pakaian semua pakaian putih, ihram juga menggunakan ihram yang mirip (dari bahan kain tanpa jahitan) untuk anak laki-laki, gamis atau stelan putih untuk perempuan serta kantong lempar jumroh.

"Harapannya dari kegiatan ini akan memunculkan awal yang baik bagi anak agar termotivasi lebih dalam untuk dapat melakukan manasik haji secara keseluruhan dengan urutan yang benar, dan ending-nya bisa melakukan ibadah haji yang sebenarnya," ungkapnya.

Baca: Akhirnya Andi Arief Mengaku Dapat Info Langsung dari Fadli Zon soal Mahar Rp 500 Miliar

Ketua Panitia Juliansyah Putra Tanjung, M.Kom, mengatakan bahwa praktik Manasik Haji siswa-siswi Shafiyyatul Amaliyyah diberikan pengetahuan bagaimana cara melakukan praktik haji. Dalam kegiatan tersebut siswa-siswi Shafiyyatul Amaliyyah seluruhnya mengenakan pakaian ihram dan niat haji di Miqat, selanjutnya wukuf di Arafah.

Dilanjutkan bergerak mengambil batu kecil untuk melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Setelah itu melakukan Tawaf Ifadah. Kemudian Sa’i yaitu berlari kecil 7 kali antara bukit Safa dan Marwah. Usai Sa’i kemudian Tahalul atau bercukur, akhirnya selesai pelaksanaannya dan bertakbir.

"Manasik haji adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Dalam kegiatan manasik haji, calon jamaah haji akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaksanakannya, misalnya rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji".

Dalam praktek manasik haji ini juga siswa-siswi dinilai oleh guru tim penilai di setiap titiknya. Nantinya akan dipilih kloter mana yang terbaik.

Mewakili orangtua siswa, Nyonya Tatan Dirsan Atmaja dalam sambutannya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dilaksanakan. Ini merupakan pembelajaran bagi siswa-siswi untuk dapat memahami arti ibadah haji dan sekaligus juga kita memohon kepada Allah SWT untuk dapat mengundang kita nanti.

“Jadikan manasik ini sebagai pembelajaran dan semoga kita dapat rezeki Allah SWT untuk dapat diundang ke rumah-Nya, amin,” ujarnya.

Tampak hadir Pembina YPSA Buya H. Sofyan Raz, Sekretaris Umum Hj. Rizki Fadilah Raz, Pengurus Harian, Kepala Sekolah, dan orang tua siswa PGTK, SD, SMP, dan SMA YPSA.(*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help