Pembunuh Pensiunan TNI AU Pasrah Ketika Disergap di Tempat Persembunyiannya

Unit Buncil Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut akhirnya mengungkap kasus pembunuhan pensiunan TNI AU bernama Rudianto Barus.

Pembunuh Pensiunan TNI AU Pasrah Ketika Disergap di Tempat Persembunyiannya
Tribunbatam/ IST
Jasad manusia yang belakangan diketahui bernama Supartini mengapung di sekitar jembatan Dompak ke arah Wacopek Bintan pada Minggu (15/7/2018) pagi. (Tribunbatam/ IST) 

MEDAN,TRIBUN-Unit Bunuh Culik (Buncil) Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut akhirnya mengungkap kasus pembunuhan pensiunan TNI AU bernama Rudianto Barus.

Sebelumnya, lelaki yang beralamat di Kompleks TNI AU Karang Sari I, Medan Polonia ini ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada Minggu (5/8) lalu.

Adapun motif pembunuhan ini murni perampokan.

"Benar, tersangkanya sudah kami amankan. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Andi Rian, Sabtu (11/8).

Adapun identitas tersangka yakni Peri Ginting (31). Ia merupakan warga Jalan Samanhudi, Lingkungan IV, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.

Baca: Terungkap, Ini Identitas Pria yang Dibunuh dengan Kepala Dipenggal, Ternyata. . .

"Ketika disergap, tersangka tidak melawan. Ia kami amankan di tempat persembunyiannya yang tak jauh dari rumah tersangka," kata Andi.

Menurut mantan Kasat Narkoba Polresta Medan ini, terungkapnya kasus pembunuhan korban tak terlepas dari penyelidikan Unit Buncil.

Setelah jasad korban ditemukan di Dusun III Namorube Jahe, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, penyidik mencoba melacak tiap panggilan masuk yang ada di HP korban.

Dari pelacakan dan keterangan saksi-saksi, terakhir kali korban dihubungi oleh Peri.

Baca: Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis Siswi SMA 11, Jerit Tangis hingga Reaksi Ayah, Tonton Videonya

Tersangka Peri mengajak korban bertemu dengan dalih ada keperluan. Ketika bertemu, Peri melancarkan aksinya merampok korban.

Peri kemudian menebas leher Rudianto hingga kepalanya terpisah dari tubuh.

"Pelaku menerangkan ia ingin menguasai motor korban. Dalam kasus ini, kami menyita sebilah parang yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban," kata Andi Rian.

Disinggung lebih lanjut apakah ada tersangka lain dalam kasus ini, mantan Kapolres Tebingtinggi tersebut meminta awak media bersabar.

Pekan depan, kasus ini akan dipaparkan di Polda Sumut.(cr9)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved