Home »

Sumut

Perjalanan Sang Pengawal Demokrasi Maurid Gultom, Tindak Peserta Pemilu yang Akali Aturan

Tak tanggung-tanggung ia telah bergelut di urusan elektoral itu sejak awal-awal reformasi.

Perjalanan Sang Pengawal Demokrasi Maurid Gultom, Tindak Peserta Pemilu yang Akali Aturan
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY
Maurid Gultom

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keterbatasan fisik yang dimilikinya, tak lekas membuat Maurid Gultom patah semangat. Baginya menjadi kaum difabel bukan berarti tak dapat mengabdikan bangsa serta negaranya.

Mantan Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) itu mengatakan sejak lulus SMA dan terjun ke dunia pergerakan mahasiswa, ia bertekad untuk mengawal proses demokrasi di Indonesia.

"Dulu pada saat masa orde baru, pemilu dikuasai oleh satu golongan. Itu yang memanggil hati nurani saya untuk mengawasi proses pemilu ini," ujarnya kepada Tribun-medan.com, Minggu (12/8/2018).

Maurid menjelaskan pengalamannya saat menjadi penyelenggara pemilu. Tak tanggung- tanggung ia telah bergelut di urusan elektoral itu sejak awal-awal reformasi.

"Saya sudah pernah di Panitia Pemilihan Kabupaten (PPK), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), dan Panwaslih Kabupaten dari pemilu ke pemilu," katanya sambil tersenyum.

Maurid menjelaskan proses terakhir yang dia tempuh yakni mengikuti perekrutan Panwaslih Kabupaten hingga masuk 6 besar.

Sayang, saat ia mencoba masuk ke dalam Bawaslu Provinsi Sumut, Maurid terdepak di proses tes kesehatan serta wawancara.

"Saya sudah lewati dari administrasi, CAT, psikotes namun gagal di kesehatan dan wawancara. Saya tidak tahu alasannya, tetapi mungkin pengetahuan saya kurang," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help