Home »

Sumut

Tidak Terima Diusir Dari Kontrakan, Petrus Nekat Tikam Mesta Alam

Setelah korbannya tersungkur, Petrus lalu pergi meninggalkan tubuh korbannya begitu saja.

Tidak Terima Diusir Dari Kontrakan, Petrus Nekat Tikam Mesta Alam
Tribun Medan
Tersangka Petrus Töröziduhu Nehe (tangan terborgol) setiba di Mapolres Nias usai diamankan, baru-baru ini 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Beringas betul aksi yang dilakukan Petrus Töröziduhu Nehe (48), pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh angkut, tega menikam seorang tauke bernama Mesta Alam (48) alias Teta.

Ia nekat lantaran sakit hati disuruh mengosongkan rumah yang ia bangun. Setelah korbannya tersungkur, Petrus lalu pergi meninggalkan tubuh korbannya begitu saja.

Beruntung korban belum meninggal dunia, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Belakangan diketahui, kala itu Petrus sedang di bawah pengaruh minuman keras (tuak suling) khas Nias, Tuo Nifarö.

"Tersangka Petrus Nehe sudah kita tahan, sedangkan korban hingga saat ini masih belum pulih. Masih dirawat di RSUD Gunungsitoli," ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Minggu (12/8/2018) malam.

Baca: Manusia Purba Homo Erectus Punah Karena Kemalasannya, Penemuan Terbaru Arkeolog

Baca: Demi Harumkan Negeri, Ayah Ruth Tak Keberatan Berangkat ke Jakarta Pakai Biaya Pribadi

Deni menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (11/8/2018) lalu sekitar pukul 15.30 WIB di dalam toko roti milik Teta di Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Sebelumnya, Teta menyuruh Petrus untuk angkat kaki dari rumah yang dibangun Petrus di atas tanah milik Teta, sebab Petrus sudah menunggak pembayaran kontrakan selama setahun. Diduga ada perkataan Teta yang membuat Petrus sakit hati.

Beberapa saat kemudian, Petrus mendatangi Teta di toko roti, dan tanpa banyak basa-basi, Petrus mencabut pisau dari pinggangnya, lalu menikam Teta hingga beberapa kali.

"Usai menikam, tersangka langsung pergi ke arah Jalan Sudirman. Anggota kita kebetulan ada yang sedang patroli di kawasan itu, sehingga tersangka berhasil kita bekuk dalam beberapa menit saja," ujar perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini.

Dari tubuh Petrus, sambung Deni, polisi mengamankan dua bilah pisau dan sebuah dompet.

Kini Petrus meringkuk di lantai sel Rumah Tahanan Mapolres Nias. Ia dijerat dengan Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan Menyebabkan Luka Berat, dengan ancaman pidana maksimum lima tahun penjara.

"Saat di hadapan penyidik, tersangka mengaku tanpa keraguan sedikitpun saat menjalankan aksinya, karena sudah mengonsumsi Tuo Nifarö sebelumnya. Ini kita sedang gencar-gencarnya sosialisasi soal Tuo Nifarö ini. Rencana, selepas bulan September mendatang, bakal kami berantas habis, karena meresahkan," pungkasnya.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help