Paripurna Hak Angket Wali Kota Siantar Gagal, Massa Sebut Dua Penandatangan Tak Bertanggung Jawab

Hingga pukul 12.00WIB siang, hanya 18 anggota dewan termasuk unsur pimpinan yang hadir.

Paripurna Hak Angket Wali Kota Siantar Gagal, Massa Sebut Dua Penandatangan Tak Bertanggung Jawab
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Rapat paripurna pembacaan hasil Panitia Hak Angket gagal digelar karena anggota DPRD Siantar tidak kuorum, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Rapat paripurna pembacaan putusan hasil Panitia Hak Angket terhadap dugaan penistaan Suku Simalungun oleh Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor gagal digelar.

Rapat yang semestinya dimulai pukul 10.00WIB pagi diskors hingga dua jam.

Namun, hingga pukul 12.00WIB siang, hanya 18 anggota dewan termasuk unsur pimpinan yang hadir.

Baca: Pansus Angket Memakzulkan Hefriansyah sebagai Wali Kota Siantar, Lihat Empat Alasannya

Dalam peraturan, untuk menggelar rapat paripurna harus hadir tiga per empat dari jumlah dewan atau 23 orang.

Sementara massa dari Gerakan Presedium Sapangambei Manoktok Hitei (GPSMH) yang menuntut pemakzulan/pemberhentian Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor merasa kesal. Ketua GPSMH Poltak Sinaga menilai anggota dewan tidak bertanggung jawab. Menurut Poltak, anggota dewan tidak bersikap begini jika tidak setuju dengan pemberhentian Wali Kota Siantar.

"Ini jelas tidak menghargai etnis Simalungun. Kalau gak setuju silakan sampaikan saat paripurna. Ini jelas menyakiti perasaan kami,"ujarnya usai dinyatakan rapat tersebut ditunda di Gedung DPRD Siantar, Senin (13/8/2018).

Poltak juga menunjukkan kekesalannya dengan mengetahui ada dua orang Panitia Hak Angket yang tidak hadir yakni Frans Bungaran dan Hotman Kamaluddin.

"Yang pling kita sesalkan ada dua anggota Hak Angket yang tak hadir. Kalau tidak hadir dalam sidang terhormat ini. Maka dia paling tidak layak. Bahkan tanda tangan yang dibubuhkan layak untuk mengundurkan diri,"tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Siantar Marulitua Hutapea menutup sidang paripurna dan palinh lama digelar tiga hari lagi. Penundaan ini mendapatkan kritikan dari anggota dewan yang hadir.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved