Ratusan Orang Tua Enggan Anaknya Divaksinasi Rubella, Dinas Kesehatan Akui Kelabakan

Penolakan ini terjadi pada sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Ratusan Orang Tua Enggan Anaknya Divaksinasi Rubella, Dinas Kesehatan Akui Kelabakan
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi tenaga medis memberikan vaksin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Dinas Kesehatan Kota Siantar kesulitan dalam menjalankan program vaksin Measles Rubella (MR).

Kesulitan ini karena banyak orang tua yang menuliskan surat penolakan ke kepala sekolah.

Penolakan ini terjadi pada sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Misalnya, Muhammadiyah, Al-washliyah, dan pesantren di Kota Siantar. Para orang tua menolak karena vaksin yang diberikan tidak tertera label halal. Selain itu juga, orang tua masih percaya isu hoax kelumpuhun usai vaksin MR.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Kota Siantar, dr Dorlyn Sirait saat ditemui di kantornya, Rabu (15/8/2018).

"Para orang tua memberikan surat penolakan saat petugas kami datang mengkampanyekan vaksin. Kami kan tak bisa memaksa,"ujarnya.

Vaksin MR yang diberlakukan bagi siswa PAUD dan SMP berjalan mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2018.

dr Dorlyn Sirait menyampaikan bagi anak-anak yang belum divaksinasi karena ada penolakan orangtuanya dapat dilanjutkan setelah mendapatkan lebel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, dr Dorlyn menilai ini bukan sebuah penolakan tetapi penundaan sementara.

"Kampanye kita sampai September. Kita upayakan September ini, mereka bisa divaksin,"tambahnya.

dr Dorlyn menjelaskan MUI sudah tidak menolak program vaksin. Apalagi setelah keluar fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016.

"Kalau MUI sebenarnya bukan menolak. Apalagi sudah ada fatwanya. Orang tua terlalu percaya isu mirinh tentang kelumpuhan setelah vaksin,"tambahnya seraya tengah melakukan kordinasi dengan MUI dan Kemenag.

dr Dorlyn menjelaskan kelumpuhan terjadi jika si anak terindikasi penyakit Leukimia, riwayat alergi, dan menekan daya tahan tubuh.

"Petugas kami yang dilapangan sudah berpengalaman. Jadi, sebelum divaksin tentu akan diperiksa dulu dengan petugas. Kita lakukan dulu penyuluhan," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved