Lestarikan Sejarah Perjuangan, Komunitas Kalantara Gelar Teater dan Parodi Kemerdekaan RI

Komunitas ini menggelar teater dan parodi yang menceritakan kondisi sebelum, saat dan setelah kemerdekaan

Lestarikan Sejarah Perjuangan, Komunitas Kalantara Gelar Teater dan Parodi Kemerdekaan RI
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Para anggota komunitas Kalantara melakukan teater yang menggambarkan jelang pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan di Tugu Juang, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kamis (16/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Ada berbagai cara dilakukan seseorang atau pun sekelompok orang demi melestarikan sejarah perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seperti yang dilakukan salah satu komunitas yang menamakan diri mereka Kalantara.

Komunitas ini menggelar teater dan parodi yang menceritakan kondisi sebelum, saat dan setelah kemerdekaan di Tugu Juang Proklamasi, Sidikalang.

Ketua Panitia Kalantara, Marlen Nainggolan menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan agar masyarakat khususnya generasi muda saat ini, tidak lupa akan sejarah perjuangan para pahlawan demi merebut kemerdekaan dari penjajah.

"Kegiatan ini untuk mengenang sejarah Indonesia. Jadi kami yang terdiri dari pelajar dan pemuda, ditempat ini menampilkan suatu kegiatan seperti pantomin, teater dan parodi yang menceritakan kondisi sebelum mereka, saat merdeka, dan situasi pascakemerdekaan," kata Marlen, Kamis. (16/8/2018) sore.

Adapun yang melatarbelakangi Kalantara melakukan kegiatan tersebut, supaya generasi muda lebih menghargai budaya Indonesia dan tidak melupakan sejarah.

"Harapannya agar kita semua terus mempelajari sejarah, entah itu di sekolah atau dimana pun. Apalagi sejak kemunculan gadget, interaksi sosial generasi kita saat ini semakin terus berkurang," sebutnya.

Sementara penampilan komunitas ini dimulai dari tarian yang menggambarkan kegiatan bertani atas suburnya tanah Indonesia. Selanjutnya, kedatangan bangsa asing yang melakukan penjajah dan menerapkan sistem kerja paksa untuk mendapatkan hasil bumi.

Terus dijajah, membuat masyarakat melakukan perlawanan hingga akhirnya berhasil mengusur penjajah dari bumi pertiwi. Dan turut digambarkan pembacaan proklamasi yang menandakan kemerdekaan.

Terakhir, para anggota komunitas Kalantara juga memperagakan gaya hidup generasi muda saat ini yang lebih mementingkan perkembangan teknologi dan gaya hidup seakan melupakan perjuangan para pahlawan dalam merebit kemerdekaan.

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved