Trauma Insiden Gagal Naik Bendera, Pemko Siantar Pesan Tali dari Jakarta

Penyelenggara mengaku trauma trauma dengan insiden gagalnya menaikkan bendera pada upacara tahun 2016.

Trauma Insiden Gagal Naik Bendera, Pemko Siantar Pesan Tali dari Jakarta
Youtube
Kehebohan anggota paskibra merasa bersalah sehingga menangis usai gagal kibarkan bendera sang saka merah putih 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik (Kesbangpol) Kota Siantar sebagai panitia penyelenggara Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke-73 mengaku ada rasa trauma dengan insiden gagal naik bendera pada upacara tahun 2016.

Saat itu, Pada HUT RI Ke-71 RI di Kota Siantar, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gagal menaikkan sang saka merah putih. Gagalnya ini karena kancing pengait rusak.

Video itu pun menjadi viral.

Seluruh Paskibra Siantar menangis menyesal tak dapat menaikkan bendera.

Kepala Kesbangpol Lukas Barus melalui Kabid Ideologi dan Kebangsaan Gilbert Ambarita mengatakan telah memesan tali khusus dari Jakarta.

Tali dan kancing pengait bendera sudah dijaga panitia. Ia berlasan saat kejadian tahun 2016, karena tali sudah tidak dalam keadaan layak lagi.

"Itulah, sudah kita pesan tali khusus untuk ini dari Jakarta. Kalau kemarin (2016) itu, talinya sudah setahun tak diganti," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (16/8/2018).

Ia berharap upaca HUT RI Ke-73 di Kota Siantar berjalan dengan sukses.

"Inspektur upacara nanti yakni Pak Togar Sitorus Wakil Wali Kota. Karena, Pak Wali masih melaksanakan ibadah haji,"katanya.

Diketahui, Pemerintah Kota Siantar juga menggelar karnaval di Jalan Protokol.

Karnaval ini seperti Marching band, konvoi mobil hias ornamen etnis, simbol agama, dan konvoi Becak Siantar. Untuk karnval dimulai pukul 14.00WIB hingga 17.00WIB.

Panitia juga menyediakan sembilan unit ambulans untuk mengantisipasi jika ada peserta yang tak sanggup. Hal ini juga dilakukan karena melihat cuaca panas di Kota Siantar yang cukup ekstrim.

"Ini juga yang kita takutkan. Suhu panas saat ini ekstrim. Takut kita anak-anak ini pingsan," pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved