Liputan Eksklusif

Kado Pahit HUT Ke-73 RI, Warga Ronggur Ni Huta Bersabar Menunggu Air Kubangan

Terlihat, kondisi air juga tidak lagi jernih. Hal itu disebabkan warga yang berganti-ganti menimba air dari kubangan.

Kado Pahit HUT Ke-73 RI, Warga Ronggur Ni Huta Bersabar Menunggu Air Kubangan
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Warga Kecamatan Ronggur ni Huta kesulitan mendapatkan air bersih. 

TRIBUN-MEDAN.com-Persoalan air bersih masih belum bisa terpecahkan di Pulau Samosir.

Seperti yang terjadi di beberapa desa di dataran tinggi Samosir, yakni Kecamatan Ronggur Ni Huta. Delapan desa itu yakni, Ronggur Ni Huta, Lintong Ni Huta, Sijambur, Paraduan, Saungan ni Huta, Salaon Toba, Salaon Tonga-tonga, Salaon Dolok.

Delapan desa tersebut tidak terlepas dari persoalan yang sama. Hingga 73 tahun Indonesia merdeka, mereka masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Seperti ditemui Tribun Medan/Tribun-Medan.com di Desa Lintong Ni Huta, warga merindukan hujan turun dari langit. Bak-bak, drum, ember penampungan air di dapur rumah warga, tidak terisi. Mereka kehabisan sumber air minum dan air bersih untuk keperluan rumah tangga.

Syamsul Pandiangan, warga Lintong ni Huta mengatakan, untuk mendapatkan air bersih mereka harus berlomba cepat menuju sumber air. Air tidak banyak tersedia.

Kurang lebih, 1 kilo meter mereka harus memikul air di dalam jerigen untuk dibawa ke rumah. Kendala saat musim kemarau, air sulit didapatkan. Mereka harus menunggu air memenuhi kubangan yang mereka gali.

Pantauan Tribun Medan, warga harus antre menunggui kubangan berukuran lebar 1 kali 1 meter dan kedalaman 1,5 meter tersebut. 1000 kepala keluarga harus ketergantungan dengan kondisi air tersebut.

Terlihat, kondisi air juga tidak lagi jernih. Hal itu disebabkan warga yang berganti-ganti menimba air dari kubangan. Sementara Syamsul, hanya bisa mengangkut air 30-35 liter ke rumahnya yang kurang lebih 1 kilometer.

Air tersebut mereka cukupkan untuk tiga hari. Mereka harus mengirit menggunakan air. Untuk mandi, mereka juga tidak bisa bebas.

"Kalau mandi, ketika pas ke mata air lah, " ujarnya.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved