73 Tahun Tidak Pernah Nikmati Listrik, Warga Sebut Mereka Memang Bodoh tapi Jangan Dibodoh-bodohi

Kami masih gampang dibodoh-bodohi. Memang kami bodoh, Pak, tapi kalau sudah bodoh jangan dibodoh-bodohi

73 Tahun Tidak Pernah Nikmati Listrik, Warga Sebut Mereka Memang Bodoh tapi Jangan Dibodoh-bodohi
Tribun Medan
Warga desa di Sumut belum menerima akses listrik 

"Kami masih gampang dibodoh-bodohi. Memang kami bodoh, Pak, tapi kalau sudah bodoh jangan dibodoh-bodohi. Uang kami banyak. Bukan mengharapkan uang kembali namun ada kejelasan listrik bisa hidup. Mereka bilang menunggu perintah dari area tapi sampai kapan," ujar Kepala Desa Ujung Deleng, Sibolangit, Deliserdang, Sarasi Sinulingga 

TRIBUN-MEDAN.com-Pasokan listrik masih menjadi masalah pada beberapa desa di Sumut, saat Indonesia merayakan ulang tahun ke-73 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2018.  Sebut saja di Desa Ujungdeleng, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Kepala Desa Ujung Deleng, Sibolangit, Deliserdang, Sarasi Sinulingga mengatakan ada sekitar 20 kepala keluarga (KK) warga Dusun-2 Semalem, Ujung Deleng belum merasakan listrik PLN. Kesulitan listrik itu menjadi alasan penduduk pindah ke desa bahkan ke provinsi lain.

"Di sini dulu rame sekali, namun sudah lebih dari setengah penduduk pindah dari kampung. Ada yang ke Riau maupun berbagai daerah lain. Jadi hanya kami ini yang tetap di sini. Total warga kami ada 76 kepala keluarga (KK)," ujar Sarasi.

"Apa yang menjadi kendala belum masuk listrik?" tanya Tribun Medan. Sarasi menjawab, tidak mengetahui kendala secara pasti PLN belum mengalirkan setrum di desanya. Berulangkali, mereka ajukan permohonan aliran listrik tapi enggak diperdulikan.

"Dalam peta kabupaten desa ini sudah masuk listrik. Padahal belum. Puluhan tahun warga hidup tanpa listrik. Saya akan terus berjuang supaya warga bisa merasakan listrik dari PLN. Bahkan, sebelum menjadi kepala desa sudah bantu warga sini," katanya.

Menurutnya, permohonan untuk masuk listrik diajukan pada 2015 dan masyarakat sudah menyetor uang Rp 1,2 juta kepada PLN. Tapi hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan, PLN Berastagi berulangkali tidak memberikan tanggapan.

"Kami masih gampang dibodoh-bodohi. Memang kami bodoh, Pak, tapi kalau sudah bodoh jangan dibodoh-bodohi. Uang kami banyak. Bukan mengharapkan uang kembali namun ada kejelasan listrik bisa hidup. Mereka bilang menunggu perintah dari area tapi sampai kapan," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga telah membawa sejumlah warga ke PLN Berastagi supaya mengetahui serta sama-sama mendengar penjelasan perihal setrum yang belum mengalir. Kala itu, pihak PLN sekadar menyarankan warga untuk menunggu tanpa kepastian.

Ia mengungkapkan, PLN Berastagi beralasan tidak ada perintah untuk melakukan pengerjaan sambungan instalansi listrik. Karena itu, dia berupaya supaya permasalah warga diketahui banyak orang. Termasuk menceritakan kepada orang kepercayaan Kapolrestabes Medan, Dadang Hartanto yang menymbang generator set (genset), mesin diesel pembangkit listrik.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved