Kapolda Minta Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Diproses Serius

Dia berpesan kepada penyidik Tindak P‎idana Korupsi Polres Binjai untuk serius dan tidak berhenti di tengah jalan.

Kapolda Minta Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KNPI Diproses Serius
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Ketua KNPI Binjai hadiri panggilan penyidik Tipikor Polres Binjai terkait dugaan kasus penyelewengan dana hibah OKP, Kamis (2/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw akan Serah Terima Jabatan ke Brigadir Jenderal Agus Andrianto di Markas Besar Polri, Senin (20/8/2018).

Dia berpesan kepada penyidik Tindak P‎idana Korupsi Polres Binjai untuk serius dan tidak berhenti di tengah jalan dalam penyelidikan dugaan penyelewengan dana hibah OKP yang melibatkan KNPI Binjai.

"Ada dengar, KNPI ya. Saya minta diproses saja," jelas Paulus di depan ruang Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak, Mapolres, Jum'at (17/8/2018).

Jenderal bintang dua itu mendesak penyidik serius menuntaskannya, karena itu bagian dari upaya transparansi penegak hukum.

Menurutnya, penyelidikan itu bermula dari adanya laporan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM).

"Senin serah terima jabatan. Belum tahu apa tugasnya. Kita kan polisi hanya ngadop-ngadop, campur sari untuk sebuah makan kira-kira. Nanti yang menguasakan jaksa semuanya," sambungnya.

‎Irjen Paulus mengaku, sudah mendapat laporan dari AKBP Donald tentang penyelidikan penyidik Tipikor Polres Binjai melalui pesan singkat WhatsApp.

"Prinsipnya sudah WA ke beliau dan laporan tertulis untuk lanjutkan kasusnya," tandasnya.

Diketahui, Unit Tipikor Polres Binjai terus mendalami dugaan penyelewengan dana hibah yang dibagi-bagikan KNPI Binjai ke 61 Organisasi Kemasyarakatan dan Pemudaan (OKP).

Di mana dana hibah diduga sebesar Rp 550 juta dibagikan KNPI untuk pembinaan OKP, bersumber dari Dispora Binjai.

Dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP yang disalurkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Binjai ditangani Mapolres Binjai.

Ketua ‎KNPI Kota Binjai diduga menyunat aliran dana senilai Rp 400 ribu dalam setiap pencairan dana pembinaan tersebut dan belum jelas dasar hukumnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved