Travel

Sitalmak-talmak, Destinasi Baru Sejuta Pesona di Danau Toba

Bukit tersebut berada di Desa Negeri Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Sitalmak-talmak, Destinasi Baru Sejuta Pesona di Danau Toba
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Wisatawan menikmati panorama dari Destinasi Wisata Baru Sitalmak-talmak,Negeri Sihihotang, Kacamatan Harian, Kabupaten Samosir. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Wisata Danau Toba memang tidak pernah padam, kian lama pebukitan-pebukitan yang selama ini diam, kini dipoles.

Penelusuran Tribun Medan, Minggu (19/8/2018) lalu, satu dari destinasi baru itu yakni Bukit Sitalmak-talmak.

Bukit tersebut berada di Desa Negeri Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Nama Danau Toba memang sudah tersohor hingga ke penghujung dunia mana pun akibat letusan Gunung Toba. Akan tetapi, tidak semua orang tau tempat-tempat cantik di Danau Toba.

Di tangan Masjudin Sihotang, Sitalmak-talmak pebukitan tandus itu sekarang ibarat wanita jelita yang baru dibangunkan dari tidur lamanya. Taman-taman mulai ditata sedemikian rupa, bunga-bunga beragam warna menghiasi tebing-tebing curamnya. Pepohonan baru, ia tanami agar suatu hati nanti tumbuh besar dan bisa menahan longsor.

Awalnya, sejak jaman leluhur taman itu dijadikan lahan untuk ditanami beberapa jenis tanaman. Namun, tandus dan tumbuhan tidak produktif. Karenanya, pada bulan Desember 2017 Masjudin menyulap pebukitan yang hanya dutumbuhi ilalang itu menjadi pemandangan surgawa bagi pelancong .

Wisatawan tidak perlu kesuiltan untuk tiba di daerah ini. Dari Medan Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, menaiki bus penumpang umum hanya membutuhkan waktu sekitar lima jam. Bila ingin lebih efektif, menaiki kendaraan pribadi hanya empat jam.

Dari Kota Medan, perjalanan jalur darat bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama tiga hingga empat jam. Terserah mau mendatangi lewat mana, langsung Parapat atau memutar lewat Sidikalang.

Sedangkan dari Ibukota bisa lebih cepat meski jarak lebih jauh. Namun hanrus naik pesawat yang langsung ke Bandara Internasional Silangit. Dari Silangit, selanjutnya menuju Tele, kemudian turun ke arah Pangururan dan mengambil jalur ke "Negeri Sihotang". Melintasi Harian Boho, kampung muasal Sastrawan besar, Sitor Situmorang yang pernah dipenjara tanpa pengadilan selama 8 tahun pada rezim Soeharto itu.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved