Dirut Akui Pembangunan Pasar Horas Sulit Terealisasi, Usulkan Pemangkasan Pegawai

Bangunan dengan empat lantai sudah terkesan kusam dan bau. Tatanan lapak jualan juga tidak tertata dengan rapi.

Dirut Akui Pembangunan Pasar Horas Sulit Terealisasi, Usulkan Pemangkasan Pegawai
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Kondisi Pasar Horas di Jalan Merdeka, Kota Siantar, Kamis (23/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR -

Pasar Horas masih menjadi ikon bagi pengunjung di Kota Siantar. Masyarakat yang datang berbelanja juga tak hanya dari Kota Siantar, melainkan kabupaten sekitar.

Sayangnya, kondisi Pasar Horas tampak kotor dan tidak beraturan.

Pantauan tribun-medan.com, kondisi Pasar Horas tampak semerawut.

Kondisi lantai di kawasan pedagang kaki lima juga tampak becek. Bangunan dengan empat lantai sudah terkesan kusam dan bau. Tatanan lapak jualan juga tidak tertata dengan rapi.

Selain itu, Pasar Horas tidak menjadi pemasukan besar bagi Kota Siantar. Bahkan, pedagang kerap melakukan demo hingga menggeruduk Kantor Balai Kota menolak revitalisasi dengan harga tinggi.

"Sejak dulu Pasar Horas begini-gini saja. Tidak ada perbaikan dan udah sangat tua,"ujar Rani seorang pembeli di Pasar Horas, Kamis (23/8/2018).

Pelaksanatugas (Plt) Direktur Utama PD PHJ Didi Cemerlang mengaku perlu adanya pembangunan di Pasar Horas agar meningkatkan pendapatan. Lalu, dilakukan pemangkasan jumlah pegawai.

Didi menilai jumlah 340 pegawai terlalu banyak hanya mengurusi satu pasar. Jika dilakukan pemangkasan tentu dapat mengurangi biaya gaji pegawai dan menekan angka retribusi.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved