Dua Ribu Siswa Belum Diimunisasi, Pemko Siantar Tunda Program Vaksin Rubella

dr Dorlyn mengatakan penundaan karena adanya temuan yang mengatakan imunisiasi MR mengandung babi

Dua Ribu Siswa Belum Diimunisasi, Pemko Siantar Tunda Program Vaksin Rubella
Tribun Medan/Danil Siregar
Foto Ilustrasi: vaksin_MR 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Siantar mengeluarkan kebijakan penundaan program imunisasi Measles Rubella (MR). Penundaan ini berkaitan dengan fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) dr Dorlyn Sirait, Selasa (28/8/2018).

dr Dorlyn mengatakan penundaan karena adanya temuan yang mengatakan imunisiasi MR mengandung babi. Hingga kini, pihaknya masih menunggu vksin yang berlebel halal.

"Memang kami belum menerima surat resmi dari pusat. Namun Sekda meminta penundaan sementara waktu. Kita tunggulah surat Sekda"katanya.

Ia memastikan jika telah keluar surat tersebut secara resmi, maka akan diteruskan ke Dinas Penididikan Kota Siantar. dr Dorlyn mengaku masih ada 20 ribu siswa usia hingga 15 tahun yang belum mendapatkan program imunisasi. Sedangkan target yakni 75.452 siswa.

Dorlyn Sirait menjelaskan Indonesia masuk nomor urut dua untuk rentan menderita campak. Senada itu, kasus Rubella sangat tinggi.

Dijelaskannya, rubella merupakan penyakit akibat virus yang mudah menular melalui batuk dan bersin.

"Rubella adalah suatu penyakit yang mirip dengan campak, yang juga ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin. Rubella pada anak sering hanya menimbulkan gejala deman ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terlaporkan" jelasnya.

Parahnya, penyakit rubella dapat membahayakan bagi wanita hamil, terutama pada kehamilan trimester pertama yang dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan yang disebut Congenital Rubella Sydrome (CRS).

"Kalau ditelusuri kebelakang mengenai anak yang lahir cacat, bisa saja akibat penyakit rubella. Makanya untuk menekan kejadian itu, pemerintah membuat program secara nasional. Setiap orang yang belum pernah divaksinasi campak atau sudah divaksinasi tapi belum mendapatkan kekebalan, beresiko tinggi tertular campak dan komplikasinya, termasuk kematian,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved