Kedua Kakinya Cacat, Pria Ini Tetap Tangguh Mengarungi Kehidupan Demi Sang Anak

Pekerjaan Sutan memang serabutan. Penghasilannya tidak tetap, jauh dari kata lebih.

Kedua Kakinya Cacat, Pria Ini Tetap Tangguh Mengarungi Kehidupan Demi Sang Anak
Tribun Medan/Nanda F Batubara
Sutan Siregar saat memangkas rambut seorang pelanggan di Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan, Jumat (31/8/2018). Sutan merupakan penyandang disabilitas karena kedua kakinya cacat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, TAPSEL - Di pelosok Sumut, tepatnya di Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan, seorang pria tampak sibuk melayani konsumen yang tengah duduk di kursi kayu, Jumat (31/8/2018).

Seperti biasa, pria bernama Sutan Siregar itu sedang menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Sutan menjalankan usaha kecil-kecilan dengan membuka warung kopi sederhana yang berada tepat di samping Jalan Lintas Sumatera.

Warung ini bukan miliknya. Ia mengontrak bangunan berbahan papan tersebut beserta rumah senilai Rp 3,5 juta per tahun.

Selain membuka warung kopi, Sutan juga berprofesi sebagai tukang cukur rambut.

Terkadang, Sutan juga menyambi jadi pengrajin jala ikan.

Pekerjaan di atas terdengar biasa bagi kebanyakan orang. Namun tidak untuk kisah Sutan.

Lelaki berumur 37 tahun ini merupakan penyandang disabilitas. Kedua kakinya cacat sehingga tak dapat berjalan normal.

Meski berada di tengah keterbatasan, Sutan tidak menyerah. Bapak empat anak itu tetap menjalankan berbagai aktivitas tanpa pernah mengeluh.

Halaman
12
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved