Turis Mancanegara Berburu Nikmatnya Kopi Lokal di Sudut Prapat Danau Toba

Shelter ini dikelola oleh Roy Fertiro Sirait pemuda lokal yang mencintai kopi, terutama kopi khas dari daerah-daerah yang mengitari Danau Toba.

Turis Mancanegara Berburu Nikmatnya Kopi Lokal di Sudut Prapat Danau Toba
TRIBUN MEDAN/HO
Shelter Tutu Koffie di Prapat, Danau Toba. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, PRAPAT - Shelter Tutu Koffie merupakan kedai kopi yang menyajikan kopi seduh manual di dekat pelabuhan Tigaraja, pelabuhan kapal tujuan Pulau Samosir.

Shelter ini dikelola oleh Roy Fertiro Sirait pemuda setempat yang mencintai kopi, terutama kopi khas dari daerah-daerah yang mengitari Kawasan Strategis Nasional Danau Toba.

Bagi anda pencinta kopi seduh original, jangan sampai melewatkan Shelter Tutu Koffie ini.

Kedai kopi minimalis ini berdiri sejak 2017, berlokasi di Jalan Nelson Purba Nomor 11, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Alasan shelter berdiri karena kegelisahan melihat kehidupan petani kopi lokal, dimana mereka hanya menanam kopi sedangkan mereka tidak pernah meminum kopi yang mereka tanam.

Sejak berdiri, Shelter Tutu Koffie acap dilancongi turis-turis mancanegara yang hendak berplesiran ke destinasi wisata Danau Toba, di Prapat mau pun Samosir.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk, tabel dan luar ruangan

Shelter ini pernah dikunjungi beberapa turis asal Austria, Denmark, Italia, Inggris, Jerman.

"Banyak turis mancanegara datang ke Shelter ini, ada yang karena pemburu dan penikmat kopi, ada juga yang baru mencoba sambil menunggu kapal penyebrangan ke Samosir.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved